Eranya Milenial, Lippo Karawaci Pede Penjualan Moncer Semester II-2021

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pertumbuhan penjualan properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diprediksi akan terus berlanjut di Semester II-2021. Hal ini didorong sejumlah faktor seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dan suku bunga yang masih rendah.

Bank Indonesia diketahui memutuskan menahan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate di level 3,5 persen berdasarkan Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Agustus 2021. Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap 2,75 persen dan suku bunga lending facility tetap 4,25 persen.

CEO LPKR John Riady mengatakan, berbagai fasilitas kemudahan yang ditawarkan untuk dapat memiliki properti pada masa pandemi pun telah membantu masyarakat, khususnya kalangan milenial.

Pembeli setidaknya tak perlu menyediakan dana awal yang besar untuk membeli rumah disebabkan adanya kebijakan insentif PPN DTP dan DP 0 persen saat suku bunga perbankan berada di level terendah.

"Besarnya segmen dari kalangan milenial ini juga membuat LPKR optimis dapat mencapai seluruh rencana bisnis yang telah ditetapkan tahun ini dengan proyeksi pertumbuhan penjualan mencapai 30 persen,” tegas John Riady dikutip dalam keterangannya, Kamis 19 Agustus 2021.

Baca juga: Pertamina Optimis Bisa Bor 161 Sumur di Blok Rokan dalam 4 Bulan

Pada Semester I-2021, LPKR membukukan pendapatan senilai Rp7,22 triliun, naik 35,56 persen YOY (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang Rp5,33 triliun. Pendapatan pra penjualan atau marketing sales LPKR juga melesat 122 persen YoY menjadi Rp2,33 triliun di Semester I-2021.

LPKR sudah merealisasikan 67 persen dari target pra penjualan pada 2021 yang sebesar Rp3,5 triliun. Sampai akhir tahun 2021, LPKR akan meluncurkan fase kedua rumah tapak Cendana Parc di Lippo Village, fokus pada percepatan penjualan unit persediaan proyek high rise, serta kembali meluncurkan rumah tapak di Lippo Cikarang.

Sementara itu, Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa menyampaikan bahwa faktor pendorong pertumbuhan penjualan LPKR di semester II-2021 berkaitan dengan rencana peluncuran proyek perumahan baru dan berbagai strategi promosi yang dilakukan oleh LPKR.

"Hadirnya produk baru dan promosi akan meningkatkan minat pembelian rumah. Apalagi suku bunga rendah akan menstimulus pembelian melalui KPR," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel