Erawan Setyanto Jabat Direktur Utama Indo Straits

Liputan6.com, Jakarta : PT Indo Straits Tbk berganti jajaran manajemen. Erawan Setyanto, resmi menggantikan Hui Mun Leong sebagai Direktur Utama perusahaan yang bergerak dibidang logistik angkutan laut tersebut.

Penggantian dilakukan karena Hui Mun Leong memasuki masa pensiun dan  mengundurkan diri dari jabatannya. Erawan sebelumnya menjabat sebagai anggota dewan direksi. Penggantian manajemen ini berlangsung melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (18/1/2013).

Rapat juga memutuskan pengangkatan komisaris baru. Dwi Prasetyo Suseno dipilih sebagai Komisaris PT Indo Straits. Dwi sebelumnya menjabat sebagai Group Chief Financial Officer (CEO) Straits Corporation.

Indo Straits saat ini menjalankan dua bisnis inti, yakni pertama di bidang logistik laut, yang terdiri dari transshipment, tug and barge, serta tongkang batubara. Sedangkan yang kedua adalah marine engineering.

Saat ini Indo Straits sedang mengenjot porsi usahanya pada marine engineering, salah satunya adalah reklamasi bagi perusahaan minyak dan gas.

Target Kinerja Perusahaan

Indo Straits memprediksi perolehan laba bersih pada tahun ini mencapai US$ 5 juta dengan total revenue US$ 50 juta sampai US$ 55 juta.Target tersebut mengacu pada perkiraan pendapatan di 2012 yang diperkirakan naik 10% menjadi US$ 45 juta-US$ 46 juta.

Komisaris Indo Straits, Dwi Prasetyo Suseno mengatakan kenaikan pendapatan seiring upaya perseroan memberikan pelayanan yang baik meski harga komoditas cenderung turun. Perusahaan dikatakan pada tahun ini akan fokus penetrasi pada core bisnis marine engineering dengan tetap konsisten pada pelayanan logistik batu bara.

"Di musim yang tidak menentu seperti sekarang ini perusahaan batu bara seringkali khawatir terhadap resiko logistik laut. Tapi kami punya peralatan  transshipment yang sangat baik, sehingga tetap dapat memindahkan coal dari  tongkang ke mother vessel," ujar dia.

Lebih lanjut, dia menyampaikan kenaikan pendapatan merupakan penerimaan dari angkutan logistik laut dan batu bara. Sementara itu untuk marine engineering akan dilakukan penambahan equipment, yang dianggarkan sebesar US$ 15 juta. (Est/Nur)