Erdogan Sebut Hubungan Turkiye-Israel Masuki Era Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel terpilih, Benjamin Netanyahu bahwa hubungan kedua negara memasuki era baru. Erdogan juga menyatakan pentingnya untuk meningkatkan hubungan atas dasar saling menghormati kepentingan yang saling menguntungkan.

"Adalah kepentingan bersama Turkiye dan Israel untuk menjaga hubungan dengan menghormati kepekaan atas dasar kepentingan bersama, dan untuk memperkuatnya secara berkelanjutan," jelas Erdogan saat berbicara melalui telepon dengan Netanyahu pada Kamis menurut keterangan kantor kepresidenan Turkiye, dikutip dari laman TRT World, Jumat (18/11).

Erdogan juga berharap hasil pemilihan umum di Israel membawa manfaat bagi negara tersebut dan kawasan.

Erdogan juga menyampaikan dia terpukul dengan kejadian di Tepi Barat, di mana tiga warga Israel ditikam pada Selasa.

Sementara itu, Netanyahu menyampaikan belasungkawa atas serangan bom di Istanbul pada Minggu, yang menewaskan enam orang.

Netanyahu, yang memenangkan pemilu bulan ini, mengatakan upaya mediasi Turkiye antara Rusia dan Ukraina "penting bagi dunia".

"Dua pemimpin tersebut sepakat untuk bekerja sama untuk menciptakan era baru dalam hubungan antara Turkiye dan Israel," jelas Likud, partai yang dipimpin Netanyahu dalam pernyataannya.

Likud menambahkan, Erdogan dan Netanyahu juga membahas bagaimana memperkuat hubungan ekonomi dan diplomatik kedua negara.

Hubungan Turkiye-Israel memburuk selama lebih dari satu dekade. Pada 2010, Ankara mengusir duta besar Israel setelah penyerbuan kapal bantuan Mavi Marmara oleh tentara Israel, yang menewaskan warga negara Turki.

Hubungan diplomatik kembali terjalin pada 2016, tapi dua tahun kemudian Turkiye menarik duta besarnya dari Israel dan mengusir duta besar Israel ketika pasukan Israel membunuh sejumlah warga Palestina yang ikut demo di Gaza.

Hubungan kedua negara membaik tahun ini dan saling menunjuk duta besar masing-masing. [pan]