Erdogan Ungkap Sosok Jenderal Israel Haus Darah Orang Palestina

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tak perlu diragukan lagi bagaimana solidaritas seorang Recep Tayyip Erdogan terhadap rakyat Palestina. Presiden Turki ke-12 ini sangat berempati terhadap penderitaan rakyat Palestina, yang terus-menerus mengalami penindasan dari militer Israel.

Sikap Erdogan tergambar dari sejumlah pernyataan kerasnya terhadap Israel, berikut para pejabat tingginya. Tak hanya itu, yang terbaru pria 67 tahun ini menampar Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dengan kritik keras.

Erdogan menegaskan bahwa Israel adalah negara teroris yang harus mendapat hukuman setimpal dari dunia internasional, atas penindasan terhadap orang-orang Palestina.

Sementara itu, Erdogan juga menyebut Biden adalah seorang pemimpin negara adidaya yang memiliki tangan berlumur darah. Pernyataan Erdogan ini dilontarkan setelah mengetahui bahwa Biden menyetujui penjualan senjata Amunisi Serangan Langsung Gabungan (JDAM) kepada Israel.

Bagaimana tak geram, AS mencapai kesepakatan penjualan senjata bom berpemandu presisi kepada Israel dengan nilai mencapai US$735 juta, atau senilai dengan Rp10,5 triliun. Kesepakatan itu diperoleh justru saat Israel tengah melakukan pembantaian terhadap warga sipil Palestina.

Ternyata, Erdogan sudah mengetahui sikap biadab pejabat-pejabat tinggi Israel sejak saat masih menduduki posisi sebagai Perdana Menteri Turki.

Perlu diketahui, sebelum dilantik menjadi Presiden Turki pada 28 Agustus 2014, Erdigan menjabat sebagai Perdana Menteri Turki sejak 14 Maret 2003.

Saat menjabat Perdana Menteri Turki itu lah, Erdogan mengenal seorang purnawirawan perwira tinggi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang akhirnya terpilih menjadi Perdana Menteri Israel. Erdogan memang tak menyebutkan namanya. Yang jelas, mantan Perdana Menteri Israel itu kerap berkata pada Erdogan bahwa ia punya kesenangan saat bisa membunuh warga Palestina.

"Seorang mantan Perdana Menteri Israel, saya tidak akan menyebutkan namanya, mengatakan kepada saya bertahun-tahun. Bahwa dia memiliki 'kesenangan terbesar' saat dia membunuh orang-orang Palestina selama dinas militernya sebagai seorang jenderal," ujar Erdogan.

Jika melihat masa jabatan Erdogan saat memangku posisi Perdana Menteri Turki, hanya ada satu nama jenderal Israel yang menduduki posisi perdana menteri negara Zionis itu. Ya, sosok itu tak lain adalah Mayor (Aluf) Jenderal Ariel Sharon.

Sharon menduduki posisi Perdana Menteri Israel periode 7 Maret 2001 hingga 14 April 2006. Setelah itu, posisi Sharon digantikan oleh Ehud Olmert yang notabene bukan berasal dari milter. Barulah pada 31 Maret 2009, Benjamin Netanyahu memegang posisi Perdana Menteri Israel sampai saat ini.

Netanyahu juga pernah menjadi bagian dari militer Israel. Pria yang akrab disapa Bibi ini bahkan punya pengalaman tempur bersama satuan elite militer Israel, Sayeret Matkal. Akan tetapi, Netanyahu pensiun dengan pangkat terakhir Kapten (Seren).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel