Eric Schmidt Jual 42 persen Sahamnya di Google

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TEMPO.CO, New York - Eric Schmidt akan menjual 3,2 juta lembar saham atau sekitar 42 persen sahamnya di Google. Namun penjualannya akan disebar sepanjang tahun agar tak mempengaruhi harga saham.

Dalam pengajuannya ke otoritas bursa saham dengan Securities and Exchange Commission (SEC), Google mengungkapkan Schmidt akan menjual saham sesuai harga penutupan Jumat sore, 8 Februari 2013, dengan nilai US$ 785,37. Dengan harga ini, Schmidt diperkirakan akan mengantongi US$ 2,5 miliar atau sekitar hampir Rp 25 triliun.

Tahun lalu, majalah Forbes memperkirakan kekayaan Schmidt sebesar US$ 7,5 miliar. Schmidt telah berkecimpung sebagai eksekutif di banyak perusahaan teknologi terdepan. Dia telah bekerja di Bell Labs, Xero, Apple dan Sun Microsystems. Namun sebagian kekayaannya berhasil diraup saat ia berkiprah di Google.

Schmidt memiliki sekitar 7,6 juta saham di Google. Jumlah ini mewakili 2,3 persen dari saham yang beredar. Schmidt mengundurkan diri posisi CEO Google pada April 2011 lalu. Setelah 10 tahun duduk di kursi CEO, Schmidt digantikan pendiri Google, Larry Page.

Sejak mundur dari menjalankan sehari-hari Google, Schmidt makin terlibat dalam politik. Dia adalah seorang donor besar untuk kampanye pemilihan kembali Barack Obama. Bulan lalu dia mengunjungi Korea Utara, terkait akses internet.

Schmidt juga menjadi santapan media ketika pekan lalu terungkap menulis sebuah buku yang mengkritik pemerintah Cina. Google telah berulang kali bentrok dengan Beijing atas sensor dan dugaan hacking yang disponsori pemerintah.

Schmidt menyebut Cina sebagai negara dengan hacker yang paling canggih dan produktif di dunia. Sebutan ini ada dalam buku berjudul The New Digital Age, yang akan diterbitkan April nanti. Buku ini ditulis bersama Jared Cohen, mantan pejabat negara yang sekarang menjalankan thinktank Google.

NUR ROCHMI | GUARDIAN

Berita terpopuler lainnya:

Abraham: Pimpinan KPK Sepakati Anas Tersangka

Tiba di Cikeas, Anas Merendahkan Posisi Duduknya

Abraham: Banyak Mafia di Kementerian Pertanian

Kader Demokrat Jakarta Siap Lawan SBY

SBY Ambil Alih Partai, Anas Diminta Fokus Kasusnya

Pendiri Demokrat Tuduh SBY Melanggar AD/ART

Anas Tersangka, Ini Dua Opsi Demokrat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...