Erick Pastikan Rakyat Tak Kebingungan Soal Obat hingga Vaksin COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menterti BUMN Erick Thohir menegaskan, masyarakat tidak perlu bingung mengenai ketersedian obat hingga vitamin terapi COVID-19 saat ini. Pemerintah akan menjamin ketersediannya dapat memenuhi segala kebutuhan.

Bahkan menurutnya, proses pengadaan dan pendistribusian paket obat dan vitamin gratis sedang berjalan bagi pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri (Isoman). Jumlahnya hingga 300 ribu paket.

"Tentu hal ini menjaga negara hadir untuk rakyat, kita mau rakyat segera sembuh dari COVID-19, kita mau rakyat tidak kebingungan dengan adanya isu kekurangan obat," kata Erick Thohir di Jakarta, dilansir dari Antara, Sabtu, 17 Juli 2021.

Erick mengatakan, Pemerintah membagi bantuan obat dan vitamin ini menjadi tiga paket. Yaitu paket 1 berisi vitamin untuk warga dengan hasil PCR positif tanpa gejala atau OTG.

Paket kedua berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman. Dan paket ketiga, berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering.

"Kita mengharap rakyat sabar, kita akan hadir di rumah masing-masing dengan cara-cara tepat dan sesuai standar yang sudah ada di Kementerian dan BPOM," ungkap Erick.

Baca juga: Bio Farma Sudah Punya Stok 142 Juta Dosis Vaksin COVID-19

Meski demikian dia menegaskan, walaupun ada pembagian obat gratis, masyarakat yang ingin mencari obat tetap dapat mencarinya ke apotek. Ketersediaannya pun dijamin Pemerintah.

"Kami bersama Kemenkes sudah launching website di Kemenkes sehingga warga bisa lihat ketersediaan obat di apotek-apotek di bawah Kimia Farma atau kementerian BUMN," tambah Erick.

Terkait dengan vaksinasi berbayar, Erick menegaskan hal itu tidak benar. Vaksin COVID-19 sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo akan diberikan secar gratis kepad seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali termsuk masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus atau difabel.

Dikutip dari Antvklik, Erick pun membantah dukungan BUMN terhdap program vaksinsi nasional berkurang karena dihantui kebangrutaan.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menurut Erick, mencatat selama 10 tahun kontribusi perusahaan negara mencapai Rp3.290 triliun. Jumlah itu terdiri dari dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan pajak.

Lebih lanjut dia mengaku siap menerima segala kritik membangun dari masyarakat. Hal tersebut merupakan konsekuensi yang sudah siap dihadapinya sebagai pejabat publik.

"Kalau kita dikritik marah, ya jangan mau jadi pejabat publik," tegasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel