Erick: Telkom-Telkomsel bantu konten lokal sambil fokus bisnis intinya

·Bacaan 2 menit

Menteri BUMN Erick Thohir mendorong Telkom dan Telkomsel untuk membantu konten lokal seperti film buatan generasi muda Indonesia, namun dengan tetap fokus menjalankan bisnis intinya yakni bisnis telekomunikasi.

"Kita tidak mau juga Telkom dan Telkomsel pindah ke bisnis lain, mereka tetap bergerak di bisnis telekomunikasi, namun kita mau Telkom dan Telkomsel membantu konten lokal buatan generasi muda Indonesia," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis.

Menurut Erick, bisnis Telkom dan Telkomsel itu adalah bisnis infrastruktur komunikasi dan juga bagaimana dia tetap bergerak dalam bisnis telekomunikasi.

Menteri BUMN tersebut mencontohkan bagaimana Himbara menjadi tulang punggung untuk menjaga UMKM, di mana dari 100 persen bantuan UMKM 60 persennya adalah bank Himbara yang hanya terdiri dari empat bank.

"Jadi sama, saya ingin menekankan kembali Telkom dan Telkomsel juga menjadi agregator konten lokal seperti film dan musik Indonesia dengan menyiarkan, membeli hak ciptanya dan sebagainya," kata Erick Thohir.
Baca juga: Pandemi diharapkan jadi momentum perbaiki infrastruktur industri film

Sebelumnya Menteri BUMN ingin Telkom dan Telkomsel menjadi agregator konten lokal baik di dunia film, musik, dan lain-lain.

Hal tersebut, menurut Erick, merupakan salah satu cara untuk membantu membangun ekosistem bagi dunia perfilman Indonesia.

Cara lainnya adalah Kementerian BUMN berencana mengubah Produksi Film Negara atau PFN menjadi lembaga pembiayaan bagi film-film Indonesia.

Erick tidak ingin PFN sebagai perusahaan BUMN menjadi pesaing yang membuat film.
Baca juga: Pemerintah kaji usulan stimulus bagi industri film

Kementerian BUMN akan segera mengarahkan Perum Produksi Film Negara atau PFN sebagai lembaga keuangan perfilman atau pembiayaan film yang akan mendanai produksi film-film Indonesia.

Dengan demikian, melalui perannya sebagai lembaga keuangan perfilman maka PFN ini akan mengarah dan masuk ke klaster jasa keuangan nantinya.

PFN nanti akan mendanai film-film yang ada di Indonesia, sehingga bukan bertarung dengan pembuat-pembuat film yang ada tetapi kita malah mendorong agar film-film Indonesia makin banyak.

Baca juga: Pelaku industri film harap Presiden Jokowi dukung bioskop Indonesia
Baca juga: Pekerja film apresiasi respon cepat Presiden selamatkan industri film