Erick Thohir: 80 Persen Respons Publik pada BUMN Positif

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi kinerja BUMN yang telah berjibaku selama pandemi Covid-19. Menurutnya, kerja keras tersebut telah berbuah hasil yang positif bagi publik di Indonesia.

Dalam acara puncak BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS), Sabtu (29/1/2021), Erick mengatakan jika persepsi publik pada kinerja perusahaan pelat merah 80 persen di antaranya adalah positif.

"Kalau kita lihat hasil persepsi kepada publik ini sangat baik untuk BUMN. Bukannya geer, tapi 60 persen itu pemberitaan lumayan, BUMN terlihat. 80 persen bahkan responsnya positif," ujarnya.

Tak hanya itu, Erick juga salut atas kepercayaan pasar modal yang luar biasa pada BUMN, yang secara harga saham bisa menyaingi bahkan mengalahkan perusahaan-perusahaan asing dan swasta.

"Kita sekarang pertama kalinya saham-saham BUMN dinilai tidak kalah atraktifnya dengan perusahaan-perusahaan internasional dan swasta yang ada di Indonesia. Bahkan return-nya dianggap lebih bagus," ungkapnya.

Oleh karenanya, ia memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh direksi BUMN yang sejak masa kepemimpinannya telah banyak membantu.

"Selama setahun ini di bawah kepemimpinan saya dan tentu yang membantu saya, kita bisa satu visi satu hati. Yang tidak lain tentu visi dan misi ini sama, yaitu kepercayaan. Good Corporate Governance, transparansi, itu menjadi kunci daripada sustainability yang ada di BUMN," tuturnya.

Pemerintah akan Bentuk 6 Holding BUMN Tambahan

Gedung Kementrian BUMN. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Gedung Kementrian BUMN. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal segera memproses pembentukan 6 induk usaha atau holding BUMN tambahan.

Enam holding BUMN tersebut antarai lain Holding Jasa Survei, Industri Pangan, Industri Pertahanan, Industri Media, Layanan Kepelabuhan dan Layanan Transportasi (Aviasi-Pariwisata).

"Sekarang yang sedang kita lakukan ini beberapa rencana holding yaitu 6 holding yaitu jasa survei, industri pangan, industri pertahanan, industri media, layanan kepelabuhan, layanan transportasi," ujar Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Kementerian Keuangan Meirijal Nur di LPPI Virtual Seminar, Kamis (28/1/2021).

Meirijal mengatakan, di era sebelumnya sudah ada beberapa holding BUMN seperti holding perkebunan, perikanan, pertambangan, minyak dan gas, farmasi dan asuransi.

Saat ini, konsep holding yang dikembangkan akan fokus ke arah ekosistem, dimana ketika ada kesamaan dan interlink bisnis antar BUMN maka perusahaan akan digabung dalam satu holding.

"Misalnya holding Bio Farma itu kemarin yang gabung itu Bio Farma, Kimia Farma dan Indo Farma kemudian berkembang inisiasi untuk menggabungkan anak usaha," katanya.

Meirijal mengatakan, dinamika holding tersebut dilakukan untuk membangun sinergitas dan value creation BUMN yang lebih kuat dalam satu kelompok holding.

"Serta akan mempunyai kemudahan-kemudahan dan fleksibilitas tidak mengambil berbagai keputusan korporasi nantinya," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: