Erick Thohir Ajukan Tambahan Anggaran 2022 Sebesar Rp 33,34 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir tak ingin anggaran di instansinya setiap tahun terus mengalami penurunan. Untuk itu, dirinya mnegajukan tambahan anggaran dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI.

Di sana, Erick Thohir mengusulkan pagu indikatif Kementerian BUMN TA 2022 sebesar Rp208,2 miliar dan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp33,34 miliar.

"Saya ingin menyampaikan mengenai pagu indikatif Tahun Anggaran 2022 Kementerian BUMN, dimana sesuai dengan keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tertanggal 29 April 2021 bahwa pagu indikatif TA 2022 Kementerian BUMN ditetapkan Rp208,2 miliar," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/6/2021).

Menurut Erick Thohir, pagu indikatif tersebut lebih rendah dari pagu indikatif tahun 2021 sebesar Rp244,8 miliar atau 85,06 persen. Kalau melihat dari tahun 2020 ke tahun 2021 dan tahun 2022, anggaran Kementerian BUMN terus mengalami penurunan.

"Adapun kalau kita melihat dari pagu indikatif TA 2022 Rp208,2 miliar ini menjadi dua program yakni pertama program dukungan sebesar Rp152,9 miliar dan program pengembangan serta pengawasan Rp55,3 miliar," kata Menteri BUMN Erick Thohir.

Kegiatan yang dilakukan pada tahun depan ada empat program yakni pembina dan pengawas BUMN yang profesional, memaksimalkan kontribusi BUMN, mewujudkan kemandirian dan korporatisasi BUMN, serta peningkatan keunggulan dan daya saing BUMN.

Peningkatan Daya Saing BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dok BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dok BUMN

Adapun pada program peningkatan keunggulan dan daya saing BUMN beberapa di antaranya adalah peningkatan pasar BUMN ke luar negeri, inovasi yang bernilai strategis, dan program hilirisasi yang dijalankan BUMN.

"Pada hari ini, Kamis (3/6) kami juga ingin mengusulkan kepada Komisi VI DPR RI, bila dimungkinkan mohon ada penambahan anggaran sebesar Rp33,34 miliar. Adapun kalau kita melihat, sebagai catatan terbesar memang gedung Kementerian yang kami tempati sudah cukup tua. Karena itu kami mengusulkan adanya tambahan perbaikan di gedung," ujar Menteri BUMN tersebut.

Tambahan anggaran tersebut juga rencananya diperuntukkan untuk pembangunan aplikasi Project Management Office dan Portofolio Management sebesar Rp8,2 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: