Erick Thohir Aktifkan Lagi Festival Budaya di Bandara Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta

Merdeka.com - Merdeka.com - Kunjungan wisatawan asing ke Bali yang kembali meningkat memberikan angin segar bagi sektor pariwisata di Indonesia setelah dihantam pandemi Covid-19. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun memerintahkan agar perusahaan plat merah ambil bagian menarik minat turis mancanegara datang ke Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengaktifkan kembali festival kebudayaan di Bandara Ngurah Rai dan Bandara Soekarno Hatta. "Kemarin kita aktifkan kembali di Bali, penggiat seni sangat senang mereka bisa kembali beraktivitas setelah 2 tahun sulit mendapatkan kegiatan," kata Erick Thohir, Sabtu (11/6).

Dia memaparkan wisatawan asing ke Bali yang sudah mulai kembali di angka 30 persen dari angka sebelumnya. "Masyarakat Indonesia yang sudah kembali di angka 70 persen sangat mengapresiasi festival budaya ini bisa berjalan kembali," sebut Erick.

Festival budaya di bandara sebenarnya telah digelar sejak beberapa tahun terakhir. Namun sayangnya sempat terhenti karena pandemi Covid-19.

"Awal Januari tahun 2020 BUMN melakukan terobosan bahwa airport merupakan tempat untuk etalase kebudayaan karena itu kami melakukan kegiatan kebudayaan setiap beberapa kali seminggu di titik keramaian di airport pada saat penumpang datang dan akan pergi," jelas Erick Thohir.

Ajang Pamer Keragaman Budaya

Lewat kegiatan semacam ini, lanjut Erick, pihaknya ingin masyarakat lokal mengingat akan keindahan ragam budaya yang dimiliki Indonesia.

"Yang karena suku, bahasa dan agama bangsa Indonesia yang beragam serta wisata asing dapat terinspirasi budaya Indonesia yang indah dan kebangsaan kita yang sangat menghormati perbedaan menjadi sebuah kekuatan," ucapnya dia.

"Pandemi covid datang, festival kebudayaan Indonesia di airport terhenti. Awal Juni ini ketika badai covid mereda, kami BUMN kembali memberanikan diri mengaktifkan kembali festival kebudayaan Indonesia di airport Bali Ngurah Rai dan di Airport Soekarno Hatta. Mari kita jaga Indonesia yang kita cintai ini," tutup Erick Thohir.

Sebelumnya, Erick Thohir juga menyatakan tak menginginkan Indonesia menjadi negara yang fakir terhadap sains dan industri kesehatan modern. Maka, ia mendorong adanya transformasi di BUMN sektor kesehatan.

"Transformasi yang kita lakukan di BUMN tak lain sama, karena tak mungkin kita sebagai bangsa besar menjadi fakir, di science dan industri kesehatan moderen," kata Erick Thohir dalam Kick-Off Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN, Kamis (9/6).

Ia menyampaikan, pandemi membuktikan kekuatan atau daya tahan suatu negara di sektor kesehatan. Maka, ia ingin Indonesia mengatasi tantangan tersebut.

"Tidak mungkin kita sebagai bangsa besar juga tak ingin berdaulat untuk kesehatan kita, Covid-19 membuktikan bagaimana ketergantungan kita yang tak lain sangat amat memberatkan," katanya.

Erick mengisahkan kerap menghubungi Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. Ia menyebut ini sebagai bentuk dukungan untuk membuat Indonesia lebih kompetitif.
"Pak Dirut yang sejak awal Maret saya teror, mustinya sampai hari ini saya teror juga. Karena tidak lain saya sayang sama Bio Farma, kita ingin mendorong bagaimana kita lebih kompetitif," terangnya.

Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Lebih lanjut, Erick kembali membawa proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional hingga 2045 mendatang. Dengan itu, ia menegaskan perlu adanya kolaborasi untuk mewujudkannya.

"Tak ada negosiasi bahwa kita harus berkolaborasi dalam kesehatan kita, kesehatan dalam melayani masyarakat, kesehatan kita sebagai bangsa," katanya.

"Ketika tadi disampaikan bagaimana pandemi akan berulang dan sejarah membuktikan itu. Saya harap kolaborasi terus berjalan, karena transformasi di BUMN belum selesai," tambahnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel