Erick Thohir apresiasi kolaborasi PT Pos bersama Microsoft Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan apresiasi atas kolaborasi antara PT Pos Indonesia dengan Microsoft Indonesia dalam penyediaan dan pengembangan layanan logistik berbasis platform.

Erick mengatakan, pemerintah juga terus mendorong perusahaan BUMN untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat perekonomian nasional.

"BUMN merupakan lokomotif membangun kolaborasi bersama perusahaan lain, dunia usaha, hingga UMKM. PT Pos Indonesia juga punya potensi luar biasa jika menjadi platform logistic based," kata Erick Thohir saat memberikan sambutan di acara Satu Festival yang digelar di Pos Bloc Jakarta, Kamis.

Erick mengatakan, Pos Indonesia memiliki sejarah panjang dalam sektor logistik di Indonesia.

Pada masa pandemi Covid-19, sektor logistik terus tumbuh sehingga dinilai menjadi sektor yang memiliki potensi dan prospek yang baik di masa mendatang.

Baca juga: Pos Indonesia lakukan tujuh transformasi usaha

Namun demikian, Erick menyampaikan bahwa diperlukan transformasi digital untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan.

Selain itu, juga pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola bisnis dan transformasi digital.

Menurut dia, perusahaan BUMN dituntut adaptif untuk merespon perubahan zaman serta perubahan sosial di masyarakat.

"Ekonomi digital sampai dengan tahun 2030 angkanya Rp4500 triliun, dan kita paling besar di Asia Tenggara. Tetapi ini hanya data, kalau kita tidur ya lewat. Era digital ini kita harus mengambil peran, jadi pemainnya," ujarnya.

Untuk diketahui, Pos Bloc merupakan aset bangunan milik Pos Indonesia yang dimanfaatkan untuk jadi wadah bagi para UMKM, sehingga bisa menarik minat anak muda untuk mengembangkan kreativitasnya di tempat ini.

Baca juga: Pos Indonesia jamin keandalan layanan pos hingga logistik di KTT G20

"Saya yakin kalau ini dijadikan sebuah platform dan logistic base dimana Pos punya kekuatan dan bisa bersinergi dengan tadi, private sector dan Small Medium Enterprises (UMKM) ini menyeramkan (potensi kekuatannya)," katanya.