Erick Thohir Beberkan 3 Program Atasi Krisis Kesehatan dan Ekonomi

Agus Rahmat, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menjelaskan tiga program pemerintah guna menyelesaikan krisis kesehatan dan krisis ekonomi yang melanda Tanah Air saat ini. Ketiganya yakni Program Indonesia Sehat, Program Indonesia Bekerja, dan Program Indonesia Tumbuh.

Erick menjelaskan, di dalam Program Indonesia Sehat, ada dua hal penting yakni program vaksinasi COVID-19 dan bantuan sosial (bansos).

"Kita sudah lakukan bansos dari enam bulan yang lalu, dan alhamdulillah tahun ini berlanjut enam bulan lagi," kata Erick di acara ulang tahun tvOne, Senin 15 Februari 2021.

Baca juga: Menteri Erick Ingatkan Sudah Divaksin Bukan Berarti Kebal COVID-19

Kemudian pada Program Indonesia Bekerja, Erick mengatakan bahwa Presiden Jokowi sendiri telah memutuskan semua program strategis nasional harus menerapkan padat karya dalam pelaksanaannya.

Hal itu agar bisa membantu masyarakat yang sangat membutuhkan lapangan pekerjaan, di tengah berbagai kesulitan yang mereka hadapi dalam masa pandemi COVID-19 saat ini.

"Kemarin bapak presiden memutuskan program strategis nasional semua diminta untuk padat karya," ujarnya.

Kemudian dalam Program Indonesia Tumbuh, Erick mengatakan bahwa saat ini pemerintah secara perlahan-lahan juga sedang membentuk tim, yang mulai mencari atau memberi kesempatan agar Indonesia juga bisa tumbuh di negara lain. Hal ini diakui Erick berkaca pada negara lain seperti India dan Cina, yang kalangan menengahnya bisa tumbuh.

Apalagi, lanjut Erick, Indonesia memiliki begitu banyak sumber daya yang bisa dimanfaatkan secara lebih optimal. Seperti misalnya sektor perikanan, budi daya sarang burung, atau bahkan sektor pertambangan.

"Kita akan coba dorong keluar negeri untuk menambah pemasukan negara ini," kata Erick.

Selain itu, dalam hal implementasi Undang-undang Cipta Kerja, Erick memastikan bahwa pemerintah akan melakukan terobosan salah satunya yakni melalui Indonesia Investment Authority (INA).

Di mana, baik pemerintah Indonesia maupun pihak asing atau negara-negara yang tertarik akan pertumbuhan Indonesia, akan berfokus ke sejumlah proyek pembangunan Indonesia. Hal itu diharapkan bisa membuka lapangan kerja, termasuk investasi langsung di bawah koordinasi BKPM.

"Jadi tentu 'concern' mengenai lapangan kerja menjadi penting, karena itu (bagian dari) Program Indonesia Bekerja dan mudah-mudahan Indonesia tumbuh itu terjadi di tahun 2022," ujarnya.