Erick Thohir Beberkan 9 Pekerjaan yang Akan Lenyap di 2030, Ini Daftarnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengingatkan Perguruan Tinggi untuk mewaspadai dampak digitalisasi terhadap sektor ketenagakerjaan. Antara lain berkurangnya jumlah lapangan pekerjaan akibat pemanfaatan teknologi canggih.

"Perguruan Tinggi harus bersiap diri, menghadapi kondisi pekerjaan yang diprediksi akan hilang dalam beberapa waktu ke depan," tegasnya saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Selasa (21/6).

Dalam bahan paparannya, terdapat sembilan jenis pekerjaan yang akan lenyap pada 2030 mendatang. Pertama, Tenaga Jasa Penyiapan Makanan.

Selanjutnya, Tenaga Administrasi Perkantoran, Tenaga Jasa Transportasi. Keempat, Tenaga Produksi Manufaktur non-Auto.

Lalu, Construction and Extraction. Keenam, Tradisional Farming, Fishing, and Forestry. Kemudian, Sales and Realted Fiels, Social Manager, dan terakhir Jasa Pengamanan.

Untuk mengatasi persoalan tenaga kerja tersebut, Menteri Erick menyarankan Perguruan Tinggi agar tidak hanya melahirkan generasi yang pintar. Melainkan, lulusan yang memiliki keterampilan digital yang memadai disertai akhlak yang baik agar adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

"Ini bagaimana agar kita kemerdekaan dengan berdaulat energi, dan juga ekonomi digital," tutupnya.

Tantangan Sektor Ketenagakerjaan

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, membeberkan sejumlah tantangan sektor ketenagakerjaan di era digital. Memasuki industri 4.0, Menteri Ida menyebutkan banyak jenis usaha dan pekerjaan yang tidak berkembang bahkan hilang.

"Kemanaker sendiri tahun 2017 telah melakukan kajian pasar kerja dan memperkirakan bahwa industri teknologi informasi dan telekomunikasi akan menjadi industri yang paling tinggi pertumbuhannya untuk beberapa waktu ke depan," kata Menteri Ida dalam Kompasianival 2020, Jumat (4/12).

Kajian ini juga memproyeksikan jenis pekerjaan seperti programer, analisis data, dan perancang kecerdasan buatan, diperkirakan akan menjadi pekerjaan yang akan tumbuh sangat pesat. Sementara, industri padat karya akan tergantikan oleh proses otomatisasi.

"Sementara pekerjaan tradisional yang perannya dapat digantikan oleh teknologi digital, seperti tukang cetak, pengantar surat dan resepsionis, akan semakin menurun permintaannya di masa yang akan datang,” kata Menteri Ida.

Sementara, untuk di Indonesia sendiri, Menteri Ida menjelaskan bahwa McKinsey memprediksi akan ada 23 juta jenis pekerjaan yang terdampak oleh otomatisasi. Serta akan ada puluhan juta pekerjaan baru yang muncul dalam kurun waktu tersebut.

"World Economy Forum, dalam laporan terbarunya memperkirakan akan ada 95 juta pekerjaan baru yang tumbuh bersamaan dengan 85 juta pekerjaan yang akan berkurang," ujar Menteri Ida. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel