Erick Thohir Beri Bukti Indonesia Tak Kalah dari Negara Lain, Apa Itu?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta

Kualitas produk Indonesia dipastikan tidak kalah jika dibandingkan dengan negara lain. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, hal tersebut terbukti dengan lahirnya berbagai startup atau perusahaan rintisan di Indonesia.

"Berapa banyak startup dari Indonesia. Kualitas kreator kita tak kalah kalau dibandingkan dengan milik luar," ujar Erick Thohir dalam Youtube Deddy Corbuzier, ditulis Selasa (1/6/2021).

Permasalahan Indonesia saat ini, kata Erick Thohir adalah, rantai pasok atau supply chain bahan baku yang selama ini sebagian besar masih diimpor. Untuk itu, BUMN hadir menyelesaikan persoalan tersebut.

"Yang problem dari kita adalah supply chain yaitu bahan baku. Kita musti hadir. BUMN mulai membangun petrochemical. Petrochemical itu kan bahan baju, bahan plastik minuman. kenapa mesti impor? kita punya market nya kok," katanya.

Apabila akses bahan baku lebih mudah, maka kualitas UMKM Indonesia pun akan naik. Sama halnya dengan content creator, jika negara memberikan dukungan listrik dan internet maka akan semakin banyak yang bisa memanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi.

"Dengan aksesibility bahan baku, akhirnya UMKM kita naik kelas. sama kaya content creator, kalau kita negara bisa menyediakan infrastruktur yang baik, listrik masuk desa, internet masuk desa. Itu new market, yang invest kita pemerintah. Jangan juga kita yang invest bukan bangsa kita yang manfaatin," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Menko Airlangga Minta Startup Bantu Percepat Transformasi Ekonomi Digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartartro meminta agar seluruh perusahaan rintisan (startup) bidang teknologi menjadi penyokong transformasi ekonomi digital. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa pandemi dijadikan momentum mempercepat transformasi digital.

“Target Indonesia di 2045 salah satunya adalah lolos dari middle income trap. Dengan rata-rata PDB harus di atas USD 10 ribu bisa dibilang lolos middle income trap,” ujarnya dalam Grab Town Hall Mei 2021, di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Untuk dapat meloloskan diri dari jebakan pendapatan kelas menengah itu perlu didorong pertumbuhan ekonomi secara spasial. Selain itu juga dapat dilakukan inklusi finansial dan sistem pembayaran digital.

“Keberhasilan inklusi keuangan itu perlu komunitas, termasuk perusahaan teknologi (finansial), dan ini perlu didorong (dari sisi komunitas),” paparnya.

Komunitas digital berisi talenta-talenta digital yang merupakan faktor kunci dalam pelaksanaan transformasi digital. Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan atau 600 ribu orang per tahun.

Untuk pengembangan kompetensi SDM digital, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Program Literasi Digital Nasional 'Indonesia Makin Cakap Digital'. Melalui gerakan ini diharapkan dapat mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif.

Maka itu, perusahaan yang bergerak di bidang digital diharapkan dapat terus membantu upaya pengembangan ekonomi digital di Indonesia, antara lain dengan mendorong peningkatan akses ke teknologi digital, mengembangkan literasi digital dan meningkatkan ketersediaan talenta digital.

Selanjutnya memfasilitasi peningkatan kualitas layanan digital, dan memperluas kesempatan bagi para pekerja informal dalam meningkatkan pendapatan mereka.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel