Erick Thohir Buka-bukaan Kondisi BUMN Tertekan Pandemi COVID-19

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui dampak pandemi COVID-19 juga ikut menghantam kinerja perusahaan pelat merah di Tanah Air. Sama halnya dengan perusahaan swasta.

Dia mengatakan, kondisi BUMN yang kesulitan akibat COVID-19 mencapai 90 persen dari total seluruh BUMN.

"Kondisi BUMN amat sangat berat karena 90 persen BUMN juga ikut terdampak," kata Erick dalam telekonferensi, Rabu 16 Desember 2020.

Erick mengungkapkan, BUMN sektor telekomunikasi dan perbankan dinilai masih cukup bisa 'sustainable' di masa pandemi ini. Namun, mayoritas BUMN berada dalam kondisi yang sangat berat.

"Seperti misalnya KAI, (BUMN di sektor) airport (bandara) akibat penurunan jumlah penumpang dan pengurangan travel saat ini," ujarnya.

Karenanya, Erick pun mengaku bahwa pihaknya telah mengkaji kembali strategi besar BUMN pada 2021, agar bisa lebih survive. Kementerian akan berupaya membuat sejumlah langkah transformasi demi melindungi BUMN strategis dari dampak pandemi COVID-19.

Erick juga bersyukur, langkah pembentukan klasterisasi BUMN sudah berjalan lancar. Dari yang sebelumnya 27 kini menjadi hanya 12 klaster diikuti dengan penggabungan supply chain-nya.

"Dan yang terpenting saat ini, GCG (good corporate governance) harus ditingkatkan, transparansi dan akuntabilitas juga kami lakukan," kata Erick.

Kemudian, Erick memastikan bahwa upaya restrukturisasi dan penataan kembali nantinya juga akan terus dilakukan di tataran perusahaan-perusahaan BUMN. Di mana, Kementerian BUMN juga harus terus memperbaiki portofolio, dengan melakukan sejumlah upaya restrukturisasi korporasi, konsolidasi, dan simplifikasi.

"Jadi jangan ribet-ribet, tapi ini justru yang buat kita sustain, langsing, supaya kita bisa lari dengan cepat," ujar Erick.

Dan yang tak kalah penting, lanjut Erick, adalah fakta bahwa dengan adanya pandemi COVID-19 ini, maka model bisnis pun telah berubah. Hal inilah yang diakui Erick telah banyak ditekankan kepada para direksi BUMN bahwa inovasi model bisnis baru harus mulai dipelajari.

"Lalu di 2024 kita harapkan transformasi sudah terjadi, inovasi terjadi, karena kita juga akan membuat ekosistem yang baik dengan semua," kata Erick.

"Karena kita tidak mau BUMN jadi menara gading. Kita harus kerja sama dengan UMKM, swasta, pemda, masyarakat, ini yang kita harapkan dapat membangun ekosistem yang bisa kita jaga," tuturnya.