Erick Thohir dan SASAC Tiongkok bahas peningkatan kerjasama BUMN

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 1 menit

Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir dan Vice Chairman State-Owned Asset Supervision and Administration (SASAC) Republik Rakyat Tiongkok Ren Hongbin membahas peningkatan kerjasama BUMN antara kedua negara.

“Saya bertemu dengan mereka untuk mempelajari bagaimana Tiongkok berhasil mereformasi dan mentransformasi BUMN mereka untuk menjadi lebih efisien, memberikan kontribusi yang maksimal untuk masyarakat, dan menjadi pemain kelas dunia. BUMN Indonesia dan BUMN Tiongkok mempunyai misi dan visi yang sama untuk negaranya," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan M Lutfi di Wuyi, Fujian, Republik Rakyat Tiongkok pada Jumat.

Menurut Erick, sama dengan BUMN Indonesia, BUMN Tiongkok juga memberikan kontribusi ke masyarakat selain membantu peningkatan penerimaan negara.

"Namun, ada perbedaan antara mereka dan kita. Bayangkan, dalam daftar 500 perusahaan dari 2020 Forbes Global 2000, 48 di antaranya BUMN Tiongkok yang dikelola SASAC, sedangkan BUMN kita sendiri baru ada 2 di daftar itu, BRI dan Mandiri," katanya.

SASAC adalah instansi pemerintah Tiongkok yang mengelola 97 BUMN Tiongkok.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan dialog dan membuat platform kerjasama BUMN antara kedua negara yang lebih kongkrit.

Untuk mewujudkan kerja sama yang berkelanjutan, SASAC mengundang Kementerian BUMN dan BUMN Indonesia untuk melakukan pertemuan rutin dengan mereka dan BUMN Tiongkok.

Selanjutnya, SASAC dan Kementerian BUMN akan meninjau beberapa proyek kerjasama di sektor ketenagalistrikan dan kerjasama investasi perikanan kelas dunia untuk wilayah Timur Indonesia.

Baca juga: Kunjungi Tiongkok, Erick bahas kemitraan pembangunan "EV Battery"
Baca juga: Erick ingin Indonesia jadi "leading sector" di baterai motor listrik
Baca juga: Erick: Indonesia Battery Corporation untuk jadikan RI pemain global