Erick Thohir Dapat Gelar Dulur Baduy: Salut dengan Kearifan Turun Temurun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi desa Kanekes, Baduy. Bercengkerama hingga disematkan gelar Dulur Baduy, Erick Thohir menyaku dalut dengan kearifan yang turun-temurun.

Yang dimaksud olehnya adalah kearifan yang masih terus dijaga meski telah melewati banyak generasi masyarakat desa Kanekes, Baduy.

"Saya salut dengan kearifan turun temurun diwariskan leluhur dan tetap dijaga," katanya seperti diunggah di Instagram @erickthohir, dikutip Kamis (21/10/2021).

Tak lain salah satunya adalah kekuatan dan keteguhan masyarakat Kanekes pasca beberapa lokasi di desa Kanekes terbakar beberapa waktu lalu.

Namun, hal itu tak menyurutkan semangat dan malah memperkuat budaya kebersamaan masyarakat. Nilai ini yang jadi perhatian Menteri Erick.

"Musibah semakin memperkuat budaya gotong royong Urang Kanekes," katanya.

Maksud kedatangannya ke Desa Kanekes, Baduy itu, Menteri Erick menyebut sebagai menyalurkan amanah untuk meringankan beban masyarakat Kanekes pasca kebakaran yang melanda.

"Alhamdulillah, hari ini diberi nikmat oleh Yang Maha Kuasa untuk dapat bertemu dengan masyarakat adat Desa Kanekes, Baduy," tulis Erick.

"Kampung Cepak Huni di Desa Kanekes belum lama ini mengalami musibah kebakaran. Saya menyampaikan amanah untuk meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. Semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat," tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dapat Gelar Dulur Baduy

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapatkan gelar adat Dulur Baduy dari masyarakat Baduy.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendapatkan gelar adat Dulur Baduy dari masyarakat Baduy.

Lebih lanjut, Menteri Erick bercerita tentang penyematan gelar Dulur Baduy kepada dirinya.

"Suatu kehormatan bagi saya atas pemberian gelar adat yang sakral dari masyarakat Kanekes," katanya.

Ia berharap, dengan gelar sakral tersebut, ia mampu menerapkan nilai-nilai kearifan Urang Kenekes dalam kehidupan sehari-hari.

"Semoga saya mampu menerapkan nilai kearifan Urang Kanekes, baik dalam peran saya sebagai abdi negara dalam pemerintahan maupun sebagai Dulur Baduy," tulis Menteri Erick.

Menutup unggahannya, ia turut mencantumkan sebuah penggalan kalimat nasehat dari masyarakat Kanekes. Itu disebut pikukuh Urang Kanekes.

'Lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung' yang artinya Panjang jangan dipotong, pendek jangan disambung.

"Mari kita hormati keseimbangan hidup dan menjaga alam yang dititipkan Sang Pencipta," tutup Menteri Erick.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel