Erick Thohir: Digitalisasi Tambang Freeport Bakal Dongkrak Produksi 25 Persen

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri BUMN, Erick Thohir meyakini, proses digitalisasi tambang bakal meningkatkan produksi hingga pendapatan di sektor industri pertambangan. Ini diutarakannya saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peresmian teknologi 5G underground smart mining pada tambang milik PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (1/9).

Erick mengatakan, Jokowi terus memberikan arahan agar proses hilirisasi dari sektor pertambangan dan segala turunannya bisa segera menerapkan digitalisasi. Erick lantas mengajak PT Freeport Indonesia bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi untuk itu.

"Dari yang kita pelajari dari 5G yang sudah berjalan di Amerika Serikat, Swedia, China, dan Rusia, hasilnya bisa meningkatkan produktivitas, meningkat sampai 25 persen," kata Erick Thohir.

"Lalu biaya operasional pengeboran bisa turun sampai 40 persen, dan tentu penghematan energi sebesar 20 persen," terang dia.

Berangkat dari data tersebut, Erick akan coba terapkan di grup MID ID, baik dari sisi operasional maupun digitalisasi. Tujuannya, agar holding pertambangan tersebut bisa terus efisien ke depan.

"Alhamdulillah kinerja grup MIND ID terus meningkat sesuai arahan yang bapak harapkan. Pendapatan tahun 2021 MIND ID grup tidak konsolidasi dari pada pendapatan Freeport (Indonesia), itu sudah mencapai Rp93,75 triliun, atau kenaikan 41 persen dibandingkan tahun 2020 besar Rp 66,5 triliun," tuturnya.

"Kita berharap kita tidak berpuas diri. Di tahun 2022 ini kita menargetkan pendapatan meningkat menjadi Rp108 triliun. Sehingga laba bersih yang bisa kita dapatkan lebih tinggi dari 2021," kata Erick.

Transformasi Digital di BUMN

Tak hanya sektor pertambangan, dia ingin transformasi digital turut dikembangkan oleh kelompok usaha BUMN di berbagai sektor. Erick mendesak perusahaan pelat merah mau terus beradaptasi di tengah situasi dunia yang kian bergejolak.

"Nomor satu himbara, dorongan dari pada UMKM dari segi pembiayaan dan digitalisasi dari pada UMKM lebih mudah bersaing. Tentu lainnya PT Telkom harus bisa menghadapi disrupsi daripada digital, karena ekonomi digital kita yang akan tumbuh sampai Rp 4.800 triliun pada 2030," bebernya.

"Lainnya industri pangan, bagaimana pangan tidak hanya dari swasembada, tapi jadi alternatif seperti yang bapak dorong bagaimana industri gula jadi etanol," pungkas Erick Thohir.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]