Erick Thohir Dipercaya Pimpin Pemulihan Ekonomi, Begini Harapan HIPMI

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – 73 persen responden yang disurvei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) meyakini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mampu memimpin pelaksanaan tugas komite pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan COVID-19. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan kepercayaan tersebut harus dibuktikan dengan langkah-langkah dan program-program yang terukur. Terlebih langkah-langkah yang diambil harus cepat dalam mendorong ekonomi.

"Harus dibuktikan dengan langkah-langkah yang terukur, harus ada quick wins-quick wins-nya dan ini harus dikolaborasi, kepercayaan sosial politik dari masyarakat harus dibuktikan,” ungkap Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Anggawira, Selasa, 4 Agustus 2020.

Baca juga: Jokowi Perintahkan BUMN hingga Pemda Belanja Masker Sebanyak-banyaknya

Menurut dia, langkah komite tidak akan mudah untuk segera memulihkan ekonomi seperti kondisi yang nornal bila angka penyebaran COVID-19 terus mengalami kenaikan. Sebab, banyak negara yang harus menutup ekonominya kembali ketika laju penyebaran wabah kembali naik.

"Menurut saya, perhatian utama adalah bagaimana memberikan likuiditas kepada para UMKM. Nah polanya, strateginya seperti apa, ini harus secara detail terperinci karena jangan sampai informasinya bagus di atas, cuma di bawah deliverable teknisnya berbeda-beda,” katanya.

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, mengatakan kepercayaan masyarakat kepada Erick Thohir jadi modal sosial politik dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua komite PEN dan penanganan COVID-19.

Dia mengatakan, hasil survei SMRC menunjuklan baru 28 persen masyarakat yang mengetahui atau pernah mendengar bahwa Presiden Joko Widodo telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan PEN dan pelaksanaan tugas komite tersebut dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir.

"Namun, di antara 28 persen responden yang tahu, sebanyak 73 persen percaya Erick Thohir akan berhasil memimpin pelaksanaan tugas komite tersebut. Ya kan baru diumumkan beberapa hari, jadi wajar lah 28 persen sudah bagus itu," ungkap Abbas. (ren)