Erick Thohir dorong Balai Pustaka produksi konten menarik dan kekinian

·Bacaan 1 menit

Menteri BUMN Erick Thohir mendorong PT Balai Pustaka untuk berinovasi memproduksi konten yang menarik dan lebih kekinian.

"Kesungguhan, kreatifitas, inovasi dan semangat untuk menang ini juga saya harap menjadi spirit atau semangat untuk direksi serta tim Balai Pustaka agar melakukan inovasi memproduksi konten yang menarik, serta menghidupkan properti intelektual yang dimiliki Balai Pustaka agar kita bisa buat lebih kekinian," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis.

Menteri BUMN itu juga mengungkapkan keinginannya untuk lebih menghidupkan dan memajukan Balai Pustaka.

"Dan itu kenapa kemarin saya rapatkan bersama Telkom, Telkomsel dan PFN untuk membangun ekosistem yang sehat bagaimana keberpihakan terhadap konten lokal," kata Erick.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir ingin Telkom dan Telkomsel menjadi agregator bagi konten lokal seperti film dan musik dalam rangka membantu ekosistem yang baik bagi dunia perfilman dan konten kreatif Indonesia.

Erick berkomitmen bersama-sama di Kementerian BUMN yang juga ingin membantu membangun ekosistem yang baik bagi perfilman Indonesia.

Kedua, Erick juga sudah meminta Produksi Film Negara atau PFN jangan menjadi pesaing yang membuat film. PFN justru mau dijadikan lembaga pembiayaan film oleh Menteri BUMN tersebut.

Kementerian BUMN akan segera mengarahkan Perum Produksi Film Negara atau PFN sebagai lembaga keuangan perfilman atau pembiayaan film yang akan mendanai produksi film-film Indonesia. Dengan demikian, melalui perannya sebagai lembaga keuangan perfilman maka PFN ini akan mengarah dan masuk ke klaster jasa keuangan nantinya.

Baca juga: Erick Thohir dorong perusahaan BUMN kembangkan kreatifitas dan inovasi
Baca juga: Kawasan Industri Medan - Balai Pustaka teken MoU terkait KIM EXPO 2021
Baca juga: Erick Thohir umumkan bentuk BUMN Leadership and Management Institute

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel