Erick Thohir Dorong BUMN dan UMKM Jadi Sokoguru Ekonomi Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir menekankan, komitmen kolaborasi dibutuhkan untuk memastikan perusahaan BUMN dan UMKM terus bersama menjadi sokoguru perekonomian Indonesia.

Hal itu dibuktikan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perindustrian, tentang Kemitraan Koperasi dan UMKM/IKM dalam Rantai Pasok BUMN, Jumat (3/9/2021) kemarin.

"Sebagai salah satu upaya, kemarin ditandatangani MOU antara @kemenkopukm dengan @kementerianbumn dan @kemeperin_id untuk mendorong masuknya koperasi, UMKM dan IKM dalam rantai pasok industri di BUMN," tulis Erick Thohir melalui akun Instagram resmi @erickthohir, Sabtu (4/9/2021).

Erick menceritakan, dirinya dalam acara penandatanganan tersebut juga sempat berdiskusi dengan beberapa pengusaha UMKM. Salah satunya Abdul Fatah, seorang disalbilitas netra yang juga pemilik brand susu kambing bubuk Kambia, salah satu mitra dari Kimia Farma.

Disebutkan Erick Thohir, Kimia Farma saat ini sudah menurunkan 3 purchase order senilai ratusan juta rupiah untuk pembelian produk UMKM yang dikurasi oleh SMESCO.

"Mas Abdul Fatah, tidak pantang menyerah dan ingin terus maju. Keberadaan Mas Abdul Fatah dan para pelaku UMKM lainnya, menambah energi kami untuk berkolaborasi dan mewujudkan UMKM yang bisa naik kelas, memiliki kualitas berdaya saing global, serta menciptakan lapangan kerja yang seluasnya untuk masyarakat," ujar Erick Thohir.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peringatan Erick Thohir: BUMN Dilarang Jadi Kartel

Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)
Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dalam rangka membantu UMKM terdampak pandemi covid-19, pihaknya melarang antar BUMN menjadi kartel dalam memasok kebutuhan perusahaan dan menggantinya dengan produk-produk UMKM.

“Kita awali mengeluarkan Permen waktu itu, saya rasa para direksi BUMN ingat bahwa kita harus membuka diri, tidak boleh ada lagi satu BUMN dan satunya lagi menjadi kartel saling trading, sharing supply satu sama lainnya apakah itu seragam, air minum tidak boleh lagi,” kata Erick dalam sambutan penandatanganan nota kesepahaman, Jumat (3/9/2021).

Erick menyebut inisiasi tersebut telah diuji coba selama 1 tahun dan berjalan dengan baik. Hal itu terbukti, yang awalnya hanya dimulai oleh 20 BUMN namun sekarang seluruh BUMN telah memasok kebutuhan berasal dari UMKM.

“Inisiasi itu Alhamdulillah kita sudah uji coba selama 1 tahun lebih, yang tadinya dimulai oleh 20 BUMN sekarang sudah seluruh BUMN yang ada di klaster BUMN, yang jumlahnya 12 jumlahnya 43 perusahaan Alhamdulillah sudah konsolidasi,” ujarnya.

Menurutnya, krisis yang terjadi sekarang ini berbeda dengan Krisis tahun 1998. Dimana tahun 1998 lebih kepada krisis keuangan dan hanya berdampak pada perusahaan besar. Sedangkan krisis pandemi berdampak ke semua lapisan termasuk UMKM.

“Karena kalau kita lihat dari situ, jelas sahabat saya pak Menteri Koperasi UKM ini tugasnya amat berat, karena kalau di tahun 98 karena itu lebih krisis moneter keuangan yang terdampak adalah perusahaan besar dan korporasi besar. Tapi yang hari ini bener-bener UMKM nya yang terdampak,” ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel