Erick Thohir Dorong BUMN Investasi di Startup Lokal agar Tak Dikuasai Asing

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menanggapi dominasi investor luar negeri yang banyak mencaplok startup lokal. Kendati begitu, ia mewajari adanya investor asing yang menyuntikkan dana ke startup buatan dalam negeri.

Menteri Erick mengaku, sepatutnya ada investor lokal, apalagi perusahaan BUMN yang bisa mendominasi investasi ke perusahaan rintisan lokal.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga saat berbincang dengan wartawan, Selasa 5 Oktober 2021.

Arya menuturkan dalam mengambil peluang tersebut telah ada sejumlah BUMN perbankan yang menjadi venture capital atau sederhananya pemberi dana.

"Jangan marah kalau asing kuasai startup kita, makanya BUMN harus masuk, lima BUMN ini sudah masuk venture capital. Kita ini kecewa, ternyata Gojek itu dikuasai asing sekarang, Tokopedia dikuasai asing, Bukalapak juga, tidak ada investor lokal yang masuk," katanya, dikutip Rabu (6/10/2021).

Sebelumnya Menteri Erick juga sempat menyinggung bahwa sektor ekonomi digital Indonesia perlu bersiap untuk menghadapi gelombang kedua. Yakni, pengembangan sektor edutech, healthcare, dan yang sejenisnya.

Arya mengatakan, Menteri Erick terus mendorong perusahaan pelat merah untuk ikut membisik sektor startup lokal. Misalnya ke ranah fintech, e-commerce, hingga edutech.

Lebih lanjut, Arya mengatakan langkah ini tak memliki waktu yang panjang. Pasalnya, semakin lama pasar startup akan mengalami kenaikan nilai.

Imbasnya, minimnya keuntungan yang bisa didapatkan jika nilai saham startup tersebut telah menempati nilai tinggi.

"Dengan (perusahaan) asing aja masuk, berarti (ada) peluang besar. Masa kita nunggu-nunggu terus kalau udah besar mereka nilainya gak ada lagi. Kalau terus ketakutan jangan harap startup dimiliki kita, ya dimiliki asing sementara konsumennya kita," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa dengan sektor asing berani masuk menyuntikkan dana ke startup lokal, berarti sudah ada perhitungan yang menguntungkan.

"Mereka-mereka itukan hitung-hitung juga, (keuntungan yang didapatkan)" tutup Arya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Targetkan 25 Unicorn

Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)
Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)

Menteri BUMN Erick Thohir terus mengajak generasi muda membangun perusahaan-perusahaan besar yang bisa menjadi Unicorn baru di Indonesia.

"Makanya kita pada pekan kedua Desember 2021 bersama Presiden RI Joko Widodo, kita akan meluncurkan juga bagaimana kita terus mendorong generasi muda punya perusahaan-perusahaan besar jadi Unicorn-unicorn baru," kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis (24/9/2021)

Menurut dia, sebenarnya Indonesia memiliki potensi untuk memiliki jumlah Unicorn yang banyak, dari saat ini baru 5 unicorn. Angkanya bahkan disebutkan bisa mencapai 25 Unicorn dalam beberapa tahun mendatang.

"Ini juga mendorong daripada perusahaan-perusahaan menjadi besar, membuka lapangan kerja yang sangat masif, dan juga mendorong ekonomi Indonesia untuk memastikan Indonesia juga terproteksi dengan digitalisasi. Jangan hanya kita menjadi market saja, tapi banyak entrepreneur Indonesia yang berdiri tegak. Kita mendukung mereka," jelasnya.

Kalau melihat posisi perusahaan di Indonesia dari tahun ke tahun itu-itu saja. Sedangkan negara di dunia seperti Amerika Serikat dan banyak negara lainnya sekarang tumbuh perusahaan-perusahaan teknologi menjadi besar, jadi bukan yang berdasarkan sumber daya alam saja.

Berkaca dari ini, Erick Thohir menilai harus dilakukan terobosan. Ini juga hasil diskusi dengan Presiden Joko Widodo.

"Beliau ingin sekali ada terobosan juga generasi muda memiliki perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Salah satunya yang kita tahu unicorn, seperti perusahaan-perusahaan yang dibuat bapak Nadiem Makarim dan sebagainya," ujar Erick Thohir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel