Erick Thohir Dorong PT INKA Inovasi Perluas Bisnis Internasional

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT INKA meningkatkan daya saingnya di pasar internasional. Hal ini guna memperkuat komitmen dan tujuan BUMN Go Global yang sudah dicanangkan Kementerian BUMN.

Selain itu, hal tersebut juga bertujuan untuk menangkap peluang yang lebih besar atas jasa dan produk BUMN di pasar global. Erick pun mengaku bangga PT INKA telah menjadi salah satu lokomotif dalam memperkuat tujuan BUMN Go Global.

"Dengan produk yang sudah digunakan di Asia, Afrika, dan Australia, menandakan produk nasional kita diakui dan mampu terserap pasar global," kata Erick dalam keterangan tertulis, Jumat, 19 Maret 2021.

Baca juga: Mesra dengan Daerah, Kadin Bangka Belitung Harap Anindya Jadi Ketum

Apalagi, lanjut Erick, jika PT INKA bisa bekerja sama dengan BUMN di pasar global, maka hal itu akan menyatukan kekuatan BUMN di luar negeri. "Sekaligus menciptakan efisiensi operasional," kata dia.

Dalam dua tahun terakhir, PT INKA telah mampu mengekspor beragam jenis produk, seperti lokomotif, kereta penumpang, kereta rel listrik, kereta penggerak, gerbong barang, light rail transit, hingga trem bertenaga baterai yang sudah diuji coba sebagai moda alternatif mengatasi kemacetan di perkotaan transportasi perkotaan.

Bahkan, Dirut PT INKA, Budi Noviantoro, memastikan bahwa pihaknya juga sudah memproduksi kereta rumah sakit, yang bisa digunakan di masa pandemi COVID-19 atau di daerah bencana yang sulit ditembus moda transportasi lain.

Dalam kunjungan selama dua jam di PT INKA di Madiun, Jawa Timur, hari ini, Erick Thohir pun menyempatkan diri meninjau pabrik sekaligus kantor pusat PT INKA yang memiliki luas 21,5 hektare.

Di lokasi yang berjarak 10 km dari pintu keluar tol Madiun tersebut, Erick juga mendapat penjelasan mengenai sistem transportasi terpadu berbasis kereta api, yang kini menjadi salah satu industri strategis kebanggan Indonesia.

"Harapannya, PT INKA terus melakukan inovasi. Tak hanya inovasi produk, tapi juga inovasi bisnis dengan melakukan investasi atau akuisisi di luar negeri. Karena industri transportasi merupakan industri strategis, jadi pasar dan peluang bisnisnya sangat besar," ujarnya.

Diketahui, saat ini PT INKA bersama LEN Industri (Persero) dan Wijaya Karya (Persero) Tbk, sudah membangun Indonesia Railway Development Incorporated for Afrika di Kinshaha, Kongo dan Indonesia Railway Development Consortium bersama KAI (Persero), LEN, dan Waskita Karya (Persero).