Erick Thohir: Film tak kalah penting memajukan pertumbuhan ekonomi

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan film dan musik merupakan bagian yang tidak kalah penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Industri film kita bangkit dan maju. Film, musik, semua ini tidak kalah penting apalagi demografi kita itu banyak anak muda sekarang," ujar Erick ditemui saat karpet merah Festival Film Indonesia (FFI) di Jakarta, Selasa.

Erick mengatakan pemerintah selalu berupaya untuk memajukan industri kreatif, di mana film berada di dalamnya.

Kementerian BUMN sendiri disebut memiliki berbagai aset yang bisa digunakan untuk kebutuhan produksi film.

Baca juga: JFF 2022 diharapkan berkontribusi bagi persahabatan Indonesia - Jepang

Selain itu, Perum Produksi Film Negara (PFN) juga menyediakan pembiayaan bagi para rumah produksi lokal.

"BUMN sendiri sudah coba diskusi mengenai PFN, Lembaga Pembiayaan Film Funding, apalagi aset-aset BUMN available buat syuting. Kita harus support," kata Erick.

Malam puncak anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia berlangsung hari ini di Jakarta Convention Center.

Sejumlah kategori akan dibacakan malam ini, di antaranya adalah Sutradara Terbaik yang diisi oleh deretan nama seperti Angga Dwimas Sasongko ("Mencuri Raden Saleh"), Bene Dio Rajagukguk ("Ngeri-Ngeri Sedap"), Edwin ("Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas"), Kamila Andini ("Before, Now & Then") dan Makbul Mubarak ("Autobiography").

Untuk kategori Film Cerita Panjang Terbaik, beberapa film yang dijagokan adalah "Autobiography", "Before, Now & Then (Nana))", "Mencuri Raden Saleh", "Ngeri-ngeri Sedap", dan "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas".

Pada lini Pemeran Utama Pria Terbaik, aktor yang akan memperebutkan Piala Citra adalah Bio One ("Srimulat: Hil Yang Mustahal - Babak Pertama"), Kevin Ardilova ("Autobiography"), Marthino Lio ("Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas"), Oka Antara ("Noktah Merah Perkawinan") dan Vino G. Bastian ("Miracle In Cell No.7").

Sementara pada kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik adalah Happy Salma ("Before, Now & Then (Nana)"), Ladya Cheryl ("Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas"), Marsha Timothy ("Noktah Merah Perkawinan"), Maudy Koesnaedi ("Losmen Bu Broto") dan Tika Pangabean ("Ngeri-Ngeri Sedap").

FFI sendiri merupakan ajang penghargaan film tertinggi di Indonesia. Para sineas yang masuk nominasi telah melalui seleksi penjurian yang ketat.

Baca juga: Film Indonesia di festival Fra Sr 2022 pukau publik Norwegia

Baca juga: Garin Nugroho: Film Indonesia kian beragam

Baca juga: Festival Film Indonesia umumkan para Dewan Juri Akhir