Erick Thohir: Indonesia Ingin Produksi Vaksin Covid-19 Sendiri, Tidak Hanya Impor

·Bacaan 2 menit
Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir membahas perlindungan tenaga kesehatan dari paparan COVID-19 dalam pertemuan dengan IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pemerintah tak ingin hanya mengandalkan vaksin Covid-19 dari luar negeri atau impor. Pemerintah saat ini berupaya mengembangkan vaksin produksi dalam negeri yang dinamai merah putih.

Dalam mengembangkan vaksin merah putih, pemerinrah bekerja sama dengan lima universitas dan dua lembaga penelitian. Mulai dari, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Tidak cukup di situ, kami juga membuka diri bekerja sama dengan pihak-pihak lain karena kita ingin juga bisa memproduksi vaksin sendiri, tidak hanya vaksin impor," ujar Erick Thohir saat menyambut kedatangan vaksin Covid-19 Tahap ke-14 yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (31/5/2021).

Menurut dia, pemerintah menargetkan pengembangan vaksin merah putih selessi pada akhir 2021 atau awal 2022. Vaksin merah putih diharapkan dapat mempercepat program vaksinasi Covid-19 di tanah air.

"Insya Allah, kerja keras ini kita bisa lihat di akhir tahun dan awal tahun depan. Apakah kita bisa ada kemajuan dengan vaksin merah putih ataupun vaksin kerjasama dengan pihak lain," jelas Erick Thohir.

Indonesia Terima 92,9 Juta Dosis Vaksin

Hingga kini, total ada 92,9 juta dosis vaksin Covid-19 yang telah diterima Indonesia. Seluruhnya didatangkan dari luar negeri atau impor dari negara lain.

Erick menyampaikan saat ini sebanyak 26,9 juta masyarakat telah menerima vaksin virus corona. Kendati begitu, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan capaian vaksinasi sehingga ekonomi nasional yang terperosok akibat pandemi Covid-19 dapat pulih kembali.

"Kita tahu, dengan vaksinasi justru ini membantu kita mencegah daripada penularan, mencegah dari kematian, dan yang terpenting juga untuk ekonominya sendiri kita bisa mengurangi tadi pelepasan dari pengurangan tenaga kerja supaya kita bisa mempercepat ekonomi kita balik," tutur Erick.

Adapun pemerintah menargetkan sebanyak 181,5 juta atau 70 persen penduduk Indonesia harus divaksin untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Pemerintah juga menargetkan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia dapat rampung 2021.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel