Erick Thohir Ingin Indonesia Jadi Super Hub Logistik Global

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan Indonesia tak hanya menjadi hub tapi super hub dalam industri kepelabuhanan secara global. Hal itu, kata dia karena modal yang dimiliki Indonesia dipandang telah memadai.

Dalam mengejar target tersebut, Menteri Erick membeberkan lima sasaran pengembangan industri pelabuhan di Indonesia pasca penggabungan Pelindo I-IV.

“Sejak penggabungan Pelindo, BUMN punya 5 sasaran pengembangan industri pelabuhan, gimana meningkatkan daya saing global, kita gak mau cuma jadi Hub tapi Super Hub, toh kita kaya dengan Sumber Daya Alam dan market,” katanya dalam webinar Potret Masa Depan Industri Logistik Indonesia di Era Disrupsi, Selasa (23/11/2021).

Diketahui, salah satu penopang logistik kelautan di Indonesia dipegang oleh Pelindo. Dimerger-nya Pelindo menjadi salah satu daya jual yang menarik karena mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan potensi persaingan di pasar global.

Poin ini jadi poin pertama dalam sasaran pengembangan pelabuhan yang dibeberkan Erick. Kemudian, terjadinya peningkatan operasional dengan mengurangi biaya pelabuhan dan meningkatkan pelayanan jasa pelabuhan.

Lalu, peningkatan sinergi pengembangan pelabuhan dalam sistem transportasi nasional dan sistem logistik nasional. Dan, peningkatan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan serta mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Serta, pengembangan Sumber Daya Manusia dalam industri pelabuhan.

“Peningkatan efisiensi operasional apakah nanti namanya clean management, biaya mahal dan korupsi-korupsi (dipangkas), dan saya yakin direksi dan komisaris Pelindo yang baru punya komitmen itu,” katanya.

Menteri Erick menuturkan, kemampuan biaya logistik sangat berpengaruh dalam meningkatkan daya saing sebagai negara. Saat ini, biaya logistik di Indonesia masih merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara tetangga lainnya.

“Biaya logistik kita masih mahal, 23 persen dari GDP, masih tinggi tentu dibandingkan negara lain, singapura 8 persen India 13 persen, Malaysia 13 persen, kenapa kita tak bisa?,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Isu Utama

Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan impor barang dan jasa kontraksi -16,96 persen merosot dari kuartal II/2019 yang terkontraksi -6,84 persen yoy. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan impor barang dan jasa kontraksi -16,96 persen merosot dari kuartal II/2019 yang terkontraksi -6,84 persen yoy. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Mahalnya biaya logistik di Indonesia, kata Erick, dipengaruhi oleh lima isu utama. Diantaranya regulasi pemerintah yang tidak kondusif, misalnya lead time clearance pelanggan yang lama di pelabuhan.

Lalu, efisiensi value chain darat yang rendah, artinya kurangnya akses layanan jalan, kereta, dan trucking. Kemudian efisiensi value chain maritim yang rendah, misalnya pelayaran yang sangat terfragmentasi dan besarnya penggunaan kapal kecil.

Selanjutnya, operasi dan infrastruktur pelabuhan tidak optimal seperti waktu turnaround yang lama dan infrastruktur pelabuhan yang tidak mencukupi. Serta supply dan demand yang tidak seimbang, seperti permintaan yang terkonsentrasi di Jawa menyebabkan peti kemas kosong.

Lebih jauh, sebagai bagian dari kolaborasi, Menteri Erick memastikan Kementerian BUMN tetap akan menjadi mitra abadi dengan Kementerian Perhubungan dalam membangun konektivitas logistik di jalur laut.

“Kita selalu berusaha bertukar pikiran apakah mengenai logistik laut, logistik udara juga yang challenging yang tentu hal-hal lain yang kita pastikan harus ada kolaborasi yang tentu tidak berdiri sendiri-sendiri,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel