Erick Thohir Ingin Pekerja Kontrak di Proyek BUMN Tak Hanya Sekali Kerja

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti pegawai kontrak untuk satu kali proyek milik perusahaan pelat merah. Ke depan, dia ingin para pekerja tersebut bisa mengabdi secara berkelanjutan di bawah bendera BUMN, bukan hanya untuk satu pekerjaan saja.

"Membuka lapangan pekerjaan, tapi ini yang bukan karena proyek. Ini yang saya enggak mau. Oh, BUMN bikin smelter di sini, mempekerjakan 30.000 (orang). Abis itu smelternya jadi, masih ada 30.000 nya?" kata Erick Thohir di Jakarta, Senin (2/1).

"Saya ingin ini jadi pekerjaan yang kontinu, bukan lagi (hanya untuk satu proyek) bangun jalan tol, bukan lagi smelter (saja)," ucapnya.

Proyeksi ini senada dengan upaya merger perusahaan BUMN yang tengah dikerjakannya. Erick menyangkal wacana bahwa aksi korporasi tersebut menimbulkan korban PHK, tapi justru memperluas lowongan kerja.

"Tapi kembali saya katakan, kalau sudah di-merger dan ada yang sebut ada isu pengurangan pegawai, belum tentu. Sekarang saja ada penambahan pegawai terus," paparnya.

Erick Thohir lantas mengatakan, upaya konsolidasi BUMN akan terus dilanjutkan pada 2023 ini. Salah satunya, penggabungan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II yang masih membutuhkan proses.

"Tahun-tahun ini ke depan akan lebih banyak merger. Kemarin kan PPD sama Damri kita (segerakan) merger, karena kalau industrinya mirip. Ngapain punya 2 BUMN (yang sama sektornya). Jadi, merger-merger akan kita lakukan. Salah satunya itu yang lagi kita jajaki (Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II)," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]