Erick Thohir Ingin Pertamina International Shipping Jadi Pemain Global

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN, Erick Thohir, pada hari ini menghadiri peresmian subholding pertama PT Pertamina (Persero) yaitu PT Pertamina International Shipping (PT PIS).

Erick mengatakan, dengan adanya peresmian ini, menjadi langkah awal bagi PT PIS untuk terus memperkuat posisinya di industri energi dari sisi kelautan dan logistik.

"Hari ini menjadi tanda peresmian subholding pertama dari Pertamina Group yaitu PT PIS. Saya harap ini dapat memacu PT PIS sebagai subholding shipping untuk terus meningkatkan kinerjanya agar dapat bersaing menjadi global player," kata Erick dalam acara peresmian PT PIS pada Rabu (5/5/2021).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengatakan bahwa langkah strategis tersebut merupakan bagian dari rencana Pertamina untuk mengintegrasikan bisnis dari PT PIS yang nantinya tidak hanya mengelola kapal-kapal. Namun juga sampai pada bisnis kelautan dan logistik.

"Saya harap PT PIS dapat menjalankan amanah yang telah diberikan oleh PT Pertamina (Persero), dengan terus mengembangkan bisnisnya, menangkap setiap peluang bisnis yang ada, dan terus fokus untuk menjadi urat nadi pendistribusian energi untuk negeri," ungkapnya.

Nicke juga berharap dengan terintegrasinya layanan shipping dan logistik kelautan di bawah PT PIS, akan memperkuat posisinya di sektor maritim melalui sinergi aset dan layanan di masa depan. Sehingga PT PIS dapat lebih berkembang dalam skala nasional maupun global, serta menjalankan bisnisnya dalam rangka menunjang penggunaan green energy.

Nicke mengatakan, pembentukan subholding shipping tersebut berjalan dengan baik dengan pengalihan seluruh aset kapal, serta enam terminal bahan bakar minyak (BBM) dan LPG telah diserahkan. Sehingga armada yang dikelola Pertamina International Shipping saat ini sebanyak 750 armada yang terdiri dari 540 milik sendiri dan dan sisanya sewa.

Urusi Logistik Kelautan, Pertamina Dirikan Pertamina International Shipping

Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir membahas perlindungan tenaga kesehatan dari paparan COVID-19 dalam pertemuan dengan IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)
Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir membahas perlindungan tenaga kesehatan dari paparan COVID-19 dalam pertemuan dengan IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)

PT Pertamina (Persero) telah membentuk PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai subholding shipping untuk layanan logistik kelautan terintegrasi. Ini merupakan subholding pertama Pertamina sejak melakukan restrukturisasi pada Juni 2020.

Langkah Pertamina ini bertujuan memperkuat posisi PIS di industri energi dari sisi kelautan dan logistik.

Pertamina memprediksi permintaan terhadap produk liquid termasuk gas bumi dan minyak, akan tumbuh hingga 2030, dan akan mencapai puncaknya menjelang 2040. Dari ini, Indonesia memiliki kesempatan selama 2 dekade pertumbuhan permintaan produk liquid.

Kemudian, pertumbuhan dari permintaan liquid tersebut menciptakan bisnis turunan terhadap logistik dan storage. hal ini akan membuka peluang bagi Indonesia untuk menangkap bisnis storage.

Selain itu, Pertamina melihat pemanfaatan gas dalam bauran energi ke depannya menjadi peluang. Ditambah lagi, sebagian besar negara ASEAN sedang memasuki fase high growth permintaan energi, seiring dengan pertumbuhan pendapatan perkapitanya.

Peningkatan dari permintaan energi tersebut akan membuka potensi permintaan dari logistik dan storage. Kehadiran PIS antara lain bertujuan untuk menangkap semua peluang tersebut.

"Nilai yang akan meningkatkan PIS yaitu masuknya PIS ke pasar gas dengan 17 ribu pulau dan program pemerintah untuk net zero emisi maka gasifikasi menjadi penting. Ini akan sangat besar karena ke depan transisi energi adalah gas. Tentu kita berharap ini akan segera menjadi subholding pertama yang masuk ke pasar." kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam konferensi pers pada Rabu (5/5/2021).

Selain memenuhi permintaan domestik, PIS disebut dalam posisi strategis menangkap pertumbuhan bisnis di kawasan ASEAN. Tiga negara di kawasan tersebut yaitu Thailand, Vietnam dan Filipina, memiliki kebutuhan tambahan storage dalam beberapa waktu ke depan, yang bisa sangat signifikan membutuhkan storage dan kebutuhan logistik.

Dalam rangka mentransformasikan PIS sebagai perusahaan integrated marine logistics, Pertamina saat ini dalam proses mengalihkan 5 terminal storage miliknya kepada PIS. Aset tersebut adalah di terminal Pulau Sambu, Tanjung Uban, Kotabaru, Bau-bau, dan Tanjung Sekong.

"Untuk meningkatkan pasar selain di domestik, kita jg akan meningkatkan pasar ke luar untuk itu strateginya melakukan kerja sama. Tentu kita akan terus tingkatkan kerja sama ini baik untuk LNG, LPG maupun crude," kata Nicke.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: