Erick Thohir Ingin Remajakan Skuat Inter Milan

TRIBUNNEWS.COM – Pengusaha Indonesia, Erick Thohir, ingin meremajakan skuat Inter Milan bila berhasil mengakuisi klub raksasa Italia tersebut. Thohir berambisi menjadi pemilik I Nerazzurri dengan membeli 50 persen saham.

Thohir sudah beberapa kali melakukan negosiasi dengan Presiden Inter sekaligus pemilik saham mayoritas, Massimo Moratti. Moratti diperkirakan hanya mau melepas 40 persen saham. Alasannya, ia ingin tetap memiliki saham mayoritas untuk memegang kendali klub.

Awalnya, Thohir menginginkan membeli 80 sampai 100 persen saham Inter dengan nilai tawaran mencapai 250 hingga 300 juta Euro (Rp 2,8-3,2 triliun).

Massimo Moratti bergeming dan hanya bersedia melepas 30-40 persen saham Inter dengan nilai 150 juta euro atau sekitar Rp 1,94 triliun. Harga yang dilepas Moratti itu lebih mahal dari tawaran Thohir. Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Rabu (3/7/2013), Thohir ingin menjadi pemilik saham mayoritas dengan membeli lebih dari 50 persen.

Kabarnya, untuk memuluskan rencana menjadi pemilik saham mayoritas, Chairman Mahaka Group itu akan meminta bantuan dari rekan bisnisnya asal Amerika Serikat, Jason Levien.

Thohir dan Jason sama-sama memiliki saham klub NBA, Philadelphia 76ers dan klub Major League Soccer (MLS), DC United. Jika sukses menjadi pemilik saham mayoritas, pengusaha berusia 42 tahun itu ingin meremajakan skuad Inter Milan dan fokus membina pemain muda.

Secara khusus, Thohir ingin menghapuskan pengeluaran berlebihan dalam menggaji pemain Inter. Sebelumnya, tim besutan Walter Mazzarri itu sudah melakukan penguranan beban gaji dalam dua musim terakhir.

La Gazzetta dello Sport juga percaya bahwa Erick memiliki ide untuk La Beneamata meningkatkan fokus pada pembangunan pemain muda di Giuseppe Meazza.

Thohir lebih menyukai pasar pemain muda untuk dia berinvestasi di masa depan. Dia juga ingin I Nerazzurri lebih meningkatkan pengembangan akademi pemain muda klub.

Thohir menjanjikan dana transfer sebesar 100 juta Euro akan siap digunakan oleh La Beneamata di bursa transfer musim ini. Saat ini, proses negosiasi masih berlangsung. Moratti mengungkapkan bahwa negosiasi tersebut berlangsung secara positif.

"Saya tahu presiden kami telah bertemu dengan Thohir. Moratti mencintai Inter dengan sepenuh hatinya. Ketika dia mengambil keputusan, dia akan melakukannya demi kebaikan Inter," ungkap Kapten Inter Javier Zanetti, dilansir oleh situs resmi Liga Italia.

Massimo Moratti mengungkapkan ada kemungkinan Thohir memiliki saham Inter Milan sebesar 40 persen. Jika memang begitu faktanya, petinggi klub Inter berharap bisa melihat Thohir menunjukkan antusiasme yang sama dengan Moratti dalam mengembangkan klub.

"Inter Milan didirikan pada 1908 dengan anggota direksi dari orang asing, jadi fakta bahwa ada investor dari Indonesia bukanlah sebuah masalah," ungkap putra dari legenda Inter Giacinto Facchetti, Gianfelice, kepada La Stampa.

"Kami sudah melihat direktur klub dan bahkan pemain lokal pindah dari klub ke klub lainnya dengan perbedaan besar. Dengan hanya lahir di Milan bukanlah jaminan atas sikap dan reliabilitas."

Salah satu direksi Inter itu menambahkan bahwa apa yang dilakukan Thohir merupakan sebuah investasi dan membuka kesempatan untuk berkembang. "Tapi Anda juga harus memberikan rasa hormat kepada klub. Anda juga tak bisa kehilangan visi jika melihat secara global," jelasnya.

"Jadi apa yang saya minta dari Thohir? Bahwa dia bisa tetap berhubungan baik dengan fans, tetap menjaga kondisi keuangan klub yang sehat dan jangan membuat janji-janji yang terlalu muluk," tandasnya.(Tribunnews.com/ka7)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.