Erick Thohir Jabarkan Peran BUMN dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional

·Bacaan 2 menit
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersiap mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat tersebut membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negera tahun anggaran 2019 dan 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah terus mendorong pemulihan ekonomi nasional. BUMN pun fokus membangun sistem kesehatan untuk membantu pemulihan itu.

"Kesehatan merupakan hal yang fundamental sesuai dengan prinsip, Indonesia sehat, Indonesia bekerja, dan Indonesia tumbuh," kata Erick Thohir dalam acara Capital Market Summit & Expo 2021, Kamis (14/10/2021).

Erick Thohir mengatakan, dalam mendukung upaya kesehatan, BUMN terus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri. Saat itu, pemerintah mencari solusi untuk tidak impor vaksin lagi dengan berupaya menemukan vaksin merah putih.

"Vaksin merah putih kita bekerja sama dengan banyak pihak dari universitas terbaik Indonesia dan lembaga riset dan juga kita membuka kerjasama dengan universitas yang sangat terkenal di dunia," kata Erick,

BUMN juga bekerja sama membangun rumah sakit modular di berbagai wilayah seperti di Jakarta, Lampung dan Bandung. "Kami juga bersama Kementerian PUPR mengkonversikan Wisma Atlet Asian Games menjadi rumah sakit darurat penanganan covid yang luar biasa impactnya," imbuhnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam mengembangkan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi dirancang sejak tahun lalu ini akhirnya berjalan dengan baik, sehingga dapat diintegrasikan dengan pihak-pihak swasta dan kementerian lain.

"Karena hari ini bukan waktunya kita berdiri sendiri-sendiri tetapi harus kita bergotong-royong menjadi satu. Sehingga integrasi dengan NIK, data vaksinasi, data testing bisa menjadi hal solutif buat rakyat Indonesia maupun turis yang akan datang Indonesia," jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pemulihan Ekonomi

Dalam mendukung pemulihan pihaknya juga telah menyalurkan stimulus pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp376 triliun kepada 57 juta masyarakat kelompok penerima manfaat. BUMN juga melakukan restrukturisasi kredit atas debitur yang terdampak covid dengan total nilai Rp29 triliun atau 5,36 juta debitur.

"Selain itu efisiensi secara masih terus dilakukan. Alhamdulillah dengan segala tekanan, dengan berbagai cara kita lakukan efisiensi konsolidasi di tahun 2020 kita bisa memberikan pemasukan alternatif kepada negara sebanyak Rp377 triliun yang terdiri dari pajak, deviden, PNBP lainnya," jelas dia.

Dia melanjutkan berapa transformasi lainnya dan restrukturisasi yang dilakukan telah menunjukkan hasil besar. Salah satunya yakni merger Bank Syariah melalui penggabungan Bank Syariah Himbara. Bank Syariah Indonesia ini diharapkan dapat mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia, dimana Indonesia adalah negara yang memiliki umat muslim terbesar di dunia.

"Dan kita menjadikan bank syariah punya aset Rp240 triliun nomor 7 terbesar di Indonesia dan kita akan coba pastikan Bank Syariah Indonesia juga berkompetisi di market global," jelas dia.

Selain penggabungan bank syariah, pihaknya juga telah menciptakan lokomotif ultra mikro yang besar dengan mengintegrasikan antara BRI, PNM, dan Pegadaian. Menurutnya ini adalah sebuah keberpihakan yang di mana pemerintah akan mengintervensi keseimbangan ekonomi untuk para UMKM kecil.

"Alhamdulillah kita sudah menjalankan Mekar yang tadinya jumlahnya 5,6 juta sekarang menjadi 10,8 juta," jelas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel