Erick Thohir Jamin Keamanan Vaksin COVID-19 yang Akan Disediakan

Fikri Halim, Cahyo Edi (Yogyakarta)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19, Erick Thohir angkat bicara mengenai pengadaan vaksin COVID-19 di Indonesia. Erick menerangkan di tengah pro dan kontra pengadaan vaksin di masyarakat, pemerintah tidak mungkin melakukan sesuatu yang berbahaya bagi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Erick saat hadir secara virtual pada Rapat Pengendalian Pembangunan Pemda DIY yang digelar, Selasa 27 Oktober 2020.

Pengadaan vaksin COVID-19 secara global dinilai oleh Erick sebagai sebuah kebutuhan yang harus disediakan dengan cepat. Pengadaan vaksin COVID-19 disebut Erick untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah pandemi saat ini.

Baca juga: Upah Minimum 2021 Naik, Buruh Kecam Menaker dan Ancam Demo Besar

Erick menuturkan, vaksin yang diberikan akan sesuai dengan standar. Sehingga pemerintah menjamin jika vaksin yang diberikan ke masyarakat tidak berbahaya dan sesuai dengan standar yang diakui dunia.

"Kalau dibicarakan kualitas (vaksin) yang diberikan kepada rakyat itu adalah kualitas yang sesuai standar. Jadi tidak mungkin kita melakukan sesuatu membahayakan kepada rakyatnya," ungkap Erick.

Erick menegaskan masyarakat tak perlu ragu akan kualitas vaksin yang dihasilkan. "Ada pertanyaan menggelitik. Apakah vaksin ini baik? Bagaimana kualitasnya? Hasil pertemuan kami dengan WHO dengan lembaga internasional lain bahwa vaksinasi di Indonesia harus melalui standar yang diakui dunia. Kita melibatkan BPOM dan melakukan uji klinis," ujar Menteri BUMN ini.

Erick mengaku heran dengan adanya kekhawatiran masyarakat terkait pengadaan vaksin COVID-19 yang dilakukan oleh pemerintah. Padahal, menurut Erick, pengadaan vaksin COVID-19 untuk masyarakat adalah bukti jika negara hadir dan memberikan rasa aman ke masyarakat.

"Ini yang kemarin justru kita pertanyakan. Kenapa ketika negara ingin hadir, pemerintah daerah, pemerintah pusat memberikan rasa aman ke masyarakat seakan vaksinasi digembar-gemborkan, padahal kita sendiri belum secure," kata Erick.

"Kalau kita lihat dibanding India pengadaan vaksin kita di bawah. Sedangkan kita ingin memberikan prioritas negara hadir kepada rakyatnya agar vaksinasi ini berjalan dengan baik," imbuh Erick.