Erick Thohir: Jangan Kaget 10 Tahun Lagi Indonesia Kalah Sama Rwanda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir meminta kepada seluruh BUMN bergerak di bidang pangan untuk terbuka dengan inovasi dan teknologi digital. Sebab, jika tidak Indonesia akan tertinggal dengan negara di Afrika bagian timur.

"Jangan kaget 10 tahun lagi Indonesia kalah sama Rwanda yang mereka melakukan perubahan besar-besaran," kata Erick Thohir dalam launching BUMN Pangan ID FOOD, di Jakarta, Rabu (12/1).

Menteri Erick mewanti-wanti bahwa 10 tahun ini bukan waktu yang lama. Oleh karenanya, dia ingin seluruh BUMN Pangan dapat mempercepat inovasi dan pengembangan teknologi di bidang pangan.

"Karena itu saya mengetuk hati bapak ibu yang hadir dengan segala kerendahan hati jangan lihat perbedaannya. Cari persamaan supaya ekosistem kita menangan bukan ekosistem kita kalahan," kata Menteri Erick.

Di samping itu, Mantan Bos Inter Milan itu juga berpesan kepada Holding Pangan ID FOOD baru saja di launching.

Menteri Erick ingin, ID FOOD ke depan dapat melakukan sinergitas dengan PTPN, Perhutani, dan PT Pupuk Indonesia. Tujuannya untukmelakukan pendampingan kepada para petani peternak dan juga nelayan.

"Dan juga ada solusi pembiayaan yang benar dengan data yang benar," pesannya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Erick Thohir Resmi Luncurkan BUMN Pangan ID FOOD

Inisiasi Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan (KEKK) Menteri BUMN Erick Thohir melalui pembangunan RS Internasional Bali meningkatkan daya saing Indonesia dalam persaingan global.
Inisiasi Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan (KEKK) Menteri BUMN Erick Thohir melalui pembangunan RS Internasional Bali meningkatkan daya saing Indonesia dalam persaingan global.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir resmi melakukan launching BUMN Pangan 'ID FOOD' di Jakarta, Rabu (12/1).

Proses pembentukan holding BUMN pangan ini telah selesai dilaksanakan yang ditandai dengan penandatanganan akta inbreng saham pada tanggal 7 Januari 2022.

Pemerintah sendiri telah mengalihkan saham lima BUMN pangan, yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari, dan PT Garam kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sebagai induk holding BUMN pangan.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, pembentukan Holding BUMN akan menciptakan nilai tambah, efisiensi, penguatan rantai pasok, hingga inovasi bisnis model.

"Adanya holding BUMN pangan juga menjadi prioritas utama dalam transformasi industri pangan mengingat Indonesia sebagai negara agraris," ujar Erick, dalam penandatangan inbreng saham beberapa waktu lalu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel