Erick Thohir: Jutaan WNI Berobat ke Luar Negeri, Cadangan Devisa Menguap Rp97 Triliun

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa cadangan devisa Indonesia menguap sebanyak Rp97 triliun akibat warga Indonesia yang suka berobat keluar negeri. Dia mencatat, sebanyak 2 juta WNI melakukan pengobatan di luar negeri.

"Jutaan masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri, mau sampai kapan," kata Erick saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur, Jumat (10/6).

Untuk itu, Kementerian BUMN tengah membangun Bali International Hospital yang akan menyediakan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas dunia. "Makanya kita dorong pengembangan rumah sakit internasional di Bali," sambung dia.

Selain rumah sakit, Erick mengatakan BUMN juga bakal memproduksi massal vaksin covid-19. Saat ini pengembangan vaksin BUMN sudah memasuki uji klinis fase tiga dan ditargetkan dapat memproduksi 100 juta hingga 200 juta dosis vaksin setiap tahun.

Erick berharap vaksin BUMN akan mendapat Emergency Use Authorization pada akhir Juli mendatang.

Yang tidak kalah pentingnya, Erick juga terus mendorong BUMN membangun kedaulatan teknologi dan digitalisasiuntuk memaksimalkan potensi ekonomi digital yang mencapai Rp4.500 triliun pada 2030.

Jangan Sampai Semua Gim dari Asing

"Dalam era disrupsi, kita harus memiliki growth mindset, tidak boleh fixed mindset. Growth mindset buat anak muda Indonesia sangat penting. Hal ini memungkinkan diri untuk mengambil langkah berani agar dapat terus melaju. Jangan rentan untuk dikritik dan menghindar dari tantangan karena setiap masalah harus dihadapi," ungkap Erick.

Erick telah menyiapkan sejumlah strategi, baik dari sisi infrastuktur dengan fefocusing bisnis Telkom dan Telkomsel, dukungan pendanaan dan investasi bagi perusahaan rintisan atau startup, dan mendorong Indico sebagai agregator digital dan market access kreator lokal seperti Platform Edu-tech, Health-Tech, Game Publisher, Music. Erick menyebut Indonesia memerlukan 17 juta tenaga kerja yang melek digital di masa yang akan datang.

"Jangan sampai semua gim dan konten itu dari asing, kita harus intervensi. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi tempat bagi negara lain menumbuhkan ekonominya tanpa mengembangkan apapun di Indonesia. Kita harus memastikan pertumbuhan terjadi, baru kita bantu perekonomian dunia, jangan di balik dunia tumbuh, tapi Indonesia enggak," tutup Erick. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel