Erick Thohir Kagumi Tampilan Baru Stasiun Tebet

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek, salah satunya menyangkut penataan kawasan Stasiun Tebet.

Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai orang yang besar di kawasan Tebet sangat mengapresiasi penataan yang terjadi.

“Saya sebagai warga disini, saya kebetulan lahirnya di Tebet, depan Pasar Tebet Timur, saya tahu sekali yang dulu tak seperti ini,” katanya dalam Peresmian Integrasi Transportasi Jabodetabek, Rabu (29/9/2021).

Selain itu, ia juga meyakini sebagai warga lokal, dan warga lainnya juga turut mengapresiasi penataan kawasan di stasiun Tebet.

“Dan yakin warga hadir disini kami ucapkan terima kasih atas pembangunan moda transportasi yang ada disini, ini sangat diapresiasi warga sekitar,” katanya.

Selain itu, ia juga bersyukur dengan adanya penataan menjadi lebih baik ini, mampu menggerakan usaha-usaha milik warga sekitar kawasan.

“Dengan adanya moda transportasi ini usaha-usaha sekitar ini akan tumbuh,” katanya.

Ia melihat dengan adanya pembangunan stasiun Tebet, bisa memberikan dampak positif pada warga sekitar, selain dari pengguna moda transportasinya saja.

“Saya lihat bagaimana stasiun ini bukan saja memberikan service kepada warga sekitarnya, tapi juga UMKMnya hidup, yang hari ini terdampak covid-19,” katanya tegas.

Menutup sambutannya, Menteri Erick mengatakan akan terus mendukung program yang dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta maupun program sinergi dengan Kementerian Perhubungan.

“Kementerian BUMN akan terus dukung program yang ada di DKI dan yang disinergikan dengan Kementerian Perhubungan dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Berbasis Kendaraan Umum

Penumpang menunggu bus Transjakarta di halte integrasi sisi timur Stasiun Tebet di Jakarta, (15/9/2021). Penataan Stasiun Tebet merupakan bagian dari program penataan stasiun KRL di Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Penumpang menunggu bus Transjakarta di halte integrasi sisi timur Stasiun Tebet di Jakarta, (15/9/2021). Penataan Stasiun Tebet merupakan bagian dari program penataan stasiun KRL di Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya sedang mendorong pembangunan transportasi berbasis kendaraan umum.

“Di jakarta kita coba sama-sama dorong, dari pembangunan berbasis kendaraan bermotor, jadi berbasis kendaraan umum,” katanya.

Selain dari peresmian prasarana, ia juga mengatakan pada kesempatan ini juga diluncurkan aplikasi Jak Lingko yang diharapkan akan memberikan sistem yang lebih berkeadilan.

Maksud ketika integrasi telah tuntas secara keseluruhan, akan ada penetapan harga yang berbeda di tiap-tiap penumpang. Anies menyebut hal ini juga yang banyak dilakukan oleh banyak kota-kota besar di negara maju.

“Sistem ini, bukan saja lebih nyaman, tapi lebih berkeadilan, karena nanti kalau sudah tuntas, proses integrasinya, sistem ini memungkinkan ada price differentiation, kita akan bisa berikan harga berbeda untuk penumpang berbeda,” tuturnya.

“Misalnya (harga untuk) Veteran murah, pensiunan murah, pelajar, diberikan murah, kita bisa terapkan itu pada guru, pensiunan guru, orang-orang berjasa,” tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel