Erick Thohir: Kompetisi IBL gambaran sukses industri olahraga

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menilai kompetisi Indonesia Basket League (IBL) merupakan gambaran sukses industri olahraga nasional karena bisa menyelenggarakan pertandingan tanpa melupakan unsur protokol kesehatan.

"Kita dapat menjadikan kesuksesan seri pertama IBL sebagai bukti bagaimana pemulihan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan dengan beriringan," kata Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

IBL menggunakan sistem gelembung atau bubble yang mencegah seluruh atlet dan segala perangkat yang terlibat dalam kompetisi berinteraksi dengan orang di luar gelembung.

Baca juga: Erick Thohir ingin nilai pasar Pertamina 2024 tembus 100 miliar dolar

Seluruh pihak yang terlibat dalam IBL 2021 berada dalam satu wilayah di Cisarua yang diproteksi dari interaksi dengan orang di luar gelembung. Sistem ini dirancang untuk membatasi kontak dengan orang luar demi mencegah penyebaran virus corona.

"Kita bisa melihat, walau dengan sistem bubble, tidak mengurangi kualitas kompetisi dan mampu menghibur masyarakat," kata Erick.

Kesuksesan fase pertama babak reguler, lanjut dia, dapat menjadi awal kebangkitan industri secara umum terkhusus bidang olahraga.

Dia juga optimistis dengan menyeimbangkan disiplin protokol kesehatan dan kepentingan olahraga, sehingga akan memberi dampak yang sangat besar bagi masyarakat.

"Ekonomi akan terus berputar, di sisi lain atlet akan terus berkompetisi untuk meningkatkan kemampuan dan masyarakat akan tetap mendapatkan hiburan," kata Erick.

Baca juga: Fase reguler IBL 2021 berakhir tanpa kasus COVID-19

IBL Pertamax 2021 babak reguler telah bergulir pada 10 Maret hingga 10 April di Robinson Resort Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Setelah babak reguler usai, para personel akan mendapatkan jeda selama Ramadhan sebelum liga dilanjutkan ke babak playoff hingga final pada 26 Mei hingga 6 Juni di Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta.

Sebelum memasuki gelembung fase kedua, serangkaian kegiatan protokol kesehatan juga akan dilakukan oleh seluruh personel klub basket yang akan bertanding dalam kompetisi tersebut.

"Pada 7 Mei, kami akan melakukan monitoring kondisi kesehatan personel klub. Lalu, pada 14 Mei akan dilakukan karantina mandiri dan swab PCR," kata Senior Competition Manager Indonesia Basket League Rufiana.

Masyarakat dapat menyaksikan pertandingan babak playoff hingga final melalui saluran TVRI dan Youtube IBL TV.