Erick Thohir: Lampung potensial jadi pusat ekonomi baru

Menteri BUMN Erick Thohir meyakini Provinsi Lampung akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia karena lokasinya berada strategis menghubungkan Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.

"Lampung punya potensi yang sangat besar, apalagi ini provinsi di Sumatra yang terdekat dari Jawa. Kalau provinsi lain bisa, harusnya Lampung bisa jauh lebih baik lagi," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Erick hari ini berkunjung Provinsi Lampung meresmikan Masjid At-Thohir di Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.

Mantan Bos Inter Milan itu menyampaikan Lampung saat ini memang telah berhasil jadi pusat pangan atau rantai suplai pangan. Namun, ia berharap tak berhenti di situ mengingat upaya pembukaan lapangan kerja harus terus ditingkatkan.

Baca juga: Progres pembangunan stadion Indonesia Arena capai 32 persen

Erick menyebut Lampung masih memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata dan logistik. Hal ini terlihat dari tren peningkatan pergerakan penumpang dari Pulau Sumatra dan Jawa, bahkan pergerakan truk pada mudik lebaran lalu melonjak tajam hingga 114 persen.

"Logistik dan pariwisata ini potensi yang luar biasa, jadi tidak hanya membangun pangan, tapi perbaiki logistiknya supaya bisa kompetisi dan membangun pariwisata lokal," kata Erick.

"Dengan jalan tol Lampung-Palembang sekarang saja peningkatan hampir 40 persen. Insya Allah, tahun 2024 tembus Jambi tentu diharapkan akan semakin tinggi pergerakan yang berdampak positif bagi perekonomian masyarakat," imbuhnya.

Dengan segala potensi dan rencana pengembangan Lampung, Erick juga mendorong masyarakat Lampung mempersiapkan diri menyambut peluang yang ada di masa depan. Ia ingin masyarakat Lampung menjadi penggerak roda perekonomian daerah, bukan hanya menjadi penonton.

Baca juga: Bandara Kualanamu jadi pusat perdagangan dan pariwisata di Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel