Erick Thohir Lantik Staf Ahli Bidang Industri dan Staf Khusus

Fikri Halim
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melantik dua pejabat pimpinan tinggi madya (setingkat eselon I) dan pratama (setingkat eselon II). Sekaligus, dalam acara itu Erick juga menyampaikan penyerahan SK Staf Khusus I Menteri BUMN di lingkungan BUMN.

Kegiatan ini dihadiri oleh wakil menteri BUMN I dan II, jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian BUMN serta sejumlah direksi BUMN yang dilaksanakan secara virtual.

Erick Thohir melantik Rabin Indrajad Hattari sebagai Staf Ahli Bidang Industri dan Dwi Ary Purnomo sebagai Asdep Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan. Pelantikan itu dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-01/MBU/03/2020.

Dalam sambutannya, Erick menyampaikan, dengan pengangkatan staf ahli Bidang Industri, diharapkan BUMN maupun kementerian lebih aware dengan isu-isu terkait BUMN sektor industri.

"Saya berharap dengan pengangkatan staf ahli Bidang Industri, insan BUMN dan Kementerian BUMN bisa lebih tanggap dan aware terhadap isu-isu terkait BUMN khususnya sektor industri. Sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi ini," kata Erick dikutip dari siaran pers, Rabu 27 Januari 2021.

Selain itu, dengan dilantiknya asisten deputi Manajemen Risiko dan Kepatuhan yang baru, Erick berharap tidak ada lagi BUMN yang salah melangkah. "Karena gagal menilai dan memitigasi risiko yang dimiliki perusahaan," imbuh Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Erick juga mengangkat Ardan Adiperdana sebagai staf khusus I Menteri BUMN. Menurut Erick, penambahan satu orang stafsus dapat membantunya dalam pengembangan pengaturan perusahaan sehingga akan mendorong kinerja BUMN. Khususnya melalui peningkatan fleksibilitas dan akuntabilitas BUMN.

"Selamat kepada para pejabat yang telah diangkat dan dilantik. Hendaknya saudara dapat menjaga komitmen untuk terus meningkatkan kinerja seiring dengan meningkatnya beban dan tanggung jawab saudara sebagai aparatur negara," kata dia.

Erick juga mengingatkan petinggi Kementerian BUMN dalam kesempatan itu terkait tantangan mengelola BUMN di tengah pandemi COVID-19. Situasi pandemi, lanjut Erick, telah berdampak secara signifikan terhadap kinerja BUMN 2020. Termasuk pada alur kas (cash flow), siklus bisnis, proyek-proyek dan beban utang hingga dividen BUMN.

BUMN lanjut Erick, dituntut memiliki resilience atau daya tahan yang tinggi sehingga kinerja tetap terjaga dan bisa mempertahankan perekonomian nasional.

"Saya minta pejabat yang baru dilantik untuk merapatkan barisan, bekerja sama dalam membuat kebijakan di tengah kenormalan baru dan mengakselerasi implementasi di lapangan agar BUMN dapat bertahan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," kata dia.