Erick Thohir: Market Indonesia Sangat Mahal, Jangan Sampai Cuma Meningkatkan Ekonomi Asing

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Indonesia memiliki komponen penting untuk menjadi jawara ekonomi dunia. komponen tersebut adalah pasar. Indonesia memiliki pasar yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri.

Market Indonesia itu sangat mahal, bukan untuk meningkatkan ekonomi asing atau tetangga. Market Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, bukan dipakai untuk menumbuhkan ekonomi negara tetangga atau asing,” tegas Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Selasa (28/12/2021).

Erick tak ingin potensi pasar tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi negara asing. Paling tidak, dari total penduduk sebanyak 270 juta jiwa, 60 persen pasarnya terjadi di Tanah Air.

"Kalau people to people movement ini terjadi, walaupun hanya 60 persen dengan 270 juta penduduk Indonesia, market-nya akan terbentuk, itu yang dinamakan community economy," jelasnya.

Erick sendiri juga tak hanya bicara, ia melalui Kementerian BUMN telah menyiapkan berbagai perangkat untuk mendukung pemanfaatan pasar Indonesia. Erick juga menambahkan bahwa penggabungan Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) yang dilakukan oleh Kementerian BUMN berhasil mendapatkan dukungan dari pasar dan dunia.

"Alhamdulillah kita juga bisa membuktikan dengan penggabungan ini (Holding BUMN UMi), market yang namanya kapitalis pun mendukung. Terbukti kita bisa meyakinkan pasar dan dunia, kita melakukan penambahan modal yang terbesar di Asia Tenggara senilai Rp 96 triliun, terbesar kedua di Asia, terbesar ketujuh di dunia," tutur Erick.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dorong BUMN Go Public

Menteri BUMN, Erick Thohir bekerja nyata untuk meningkatkan SDM Indonesia melalui perusahaan negara. (Dok BUMN)
Menteri BUMN, Erick Thohir bekerja nyata untuk meningkatkan SDM Indonesia melalui perusahaan negara. (Dok BUMN)

Sebelumnya Erick mengatakan, aksi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang dilakukan PT BRI (Persero) Tbk merupakan bukti, jika Indonesia memiliki pasar yang besar. Di samping itu, Erick mengungkapkan hal lain yang tak kalah penting, yakni UMKM memiliki potensi menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Selain itu, Erick juga mendorong Kementerian BUMN agar Bursa Efek Indonesia (BEI) jadi yang terbesar di Asia Tenggara. Begitu juga dengan mendorong korporasi BUMN untuk go public sehingga bisa menopang bursa.

“Saya punya campaign Merdeka Berdaulat, dimana salah satunya memastikan market kita untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri 4.0 terjadi, jangan sampai kita membesarkan start up, kita go digital, tapi yang kerja bukan orang kita,” tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel