Erick Thohir Mau Jual BUMN dengan Pendapatan Kurang dari Rp 50 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digadang harus mampu masuk dalam skema perusahan global. Artinya, BUMN harus memiliki kekuatan dan bentuk yang besar untuk bermain di bisnis global.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan menjual perusahaan pelat merah yang memiliki pendapatan kurang dari Rp 50 Miliar. Ia menilai dengan pendapatan sebesar itu, belum mampu bersaing dengan pasar global.

“Saya ingin mendorong lagi, BUMN yang revenue-nya Rp 50 miliar ke bawah ya tidak usah BUMN ya itu swasta aja, kita jual. BUMN harus mainannya lokomotif besar,” katanya dalam acara Digital Technopreneur Fest, yang digelar BPP Hipmi dan Kementerian Investasi, Jumat (19/11/2021).

Butuh perusahaan dengan revenue lebih besar untuk bisa berperan lebih kuat dalam sektor pasar global. Dengan demikian, di hadapan pengusaha muda, Erick Thohir berharap ini bisa jadi momentum para pengusaha nasional untuk bangkit.

“Yang bisa harus bisa bersaing dengan pasar global, yangbisa intervensi pasar ketika keeimbangan ekonomi tak terjadi, dan kita sudah buktikan, dan saya harap tadi ini kesempatan pengusaha nasional bangkit,” tutur Menteri Erick.

Dalam mengejar hal tersebut, ia mengklaim pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas bagi pengusaha nasional untuk bisa berkembang. Dengan begitu, ia meminta ada langkah konkret dari pengusaha untuk bisa menyambut keterbukaan itu.

“Presiden sudah memberikan, semua fasilitas ada, menteri-menteri terkait saya rasa visinya sama, visinya apa? Tadi kita tak mau negara kita hanya jadi market. Kalaupun kita terbuka dengan asing harus pastikan pertumbuhan di negara kita,” katanya.

“Ini kesempatan untuk Hipmi, kita kolaborasi, saya terbuka, tinggal bagaimana konkretnya,” imbuh Erick.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pertumbuhan Bangsa

Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan Integrasi Transportasi Jabodetabek (dok: Arief)
Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan Integrasi Transportasi Jabodetabek (dok: Arief)

Lebih lanjut, Erick Thohir menilai potensi pasar Indonesia perlu dimanfaatkan untuk membangun pertumbuhan ekonomi nasional. Caranya dengan mengembangkan perusahaan nasional untuk bisa berjaya di negeri sendiri.

Hal ini, kata dia, mengacu pada adanya perusahaan asing yang meraup banyak untung dari potensi pasar di Indonesia.

“Kita harus pastikan yang namanya market kita untuk pertumbuhan bangsa kita, Kita tak anti asing, Menteri Investasi terus gerakan investasi, pasti niatnya sama, apa yang kita dapat harus lebih besar dari yang dia dapat,” kata Erick.

Ia turut menyinggung, menilik konsep merdeka berdaulat pada konteks ekonomi, tujuannya untuk memajukan perekonomian Indonesia terlebih dahulu. Dalam mewujudkan ini, ia menilai kebijakan pemerintah yang pro terhadap rakyat dan pengusaha nasional mampu memengaruhi pertumbuhan positif ekonomi nasional.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel