Erick Thohir Minta Sarinah Bawa 10 Produk UMKM Menduia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi kerjasama antara PT Sarinah (Persero) bersama, Dufry dan grup industrilis Omega Mexico di KBRI Mexico City.

Dufry merupakan perusahaan terkemuka di bidang travel retail dengan lebih dari 2400 gerai di 400 lokasi didunia.

Erick Thohir berharap, dengan kerjasama ini, Sarinah juga dapat menitikberatkan pada kurasi dan seleksi produk UMKM dan Nusantara yang premium, kualitas dunia serta yang sesuai dengan minat dan selera pasar kategori produk-produk duty-free dunia.

Selain itu, kata Erick Thohir, Sarinah yang akan masuk ke liga pasar retail dan duty-free internasional juga perlu meningkatkan kapasitas baik kelembagaan maupun SDM melalui proses scouting dan pembelajaran manajemen retail dunia dari Dufry.

"Untuk tahap pertama saya targetkan setidaknya ada 10 produk unggulan Indonesia yang bisa dipasarkan melalui kerjasama ini dan nantinya diharapkan semakin terbuka lagi peluang produk lokal dan UMKM go global," ucap Erick Thohir, Senin (9/11/2020).

Prakarsa ini merupakan salah satu langkah strategis Sarinah bertransformasi dan berekspansi ke pasar global. Dengan menggandeng mitra strategis seperti Dufry dan Omega grup, maka gerbang pasar riil dunia khususnya di sektor ritel dan travel maupun leisure memberi peluang kepada produk UMKM masuk ke liga utama pemain dan pebisnis dunia.

MOU ini secara garis besar merumuskan beberapa peluang bisnis yang saling menguntungkan bagi perusahaan dan yang paling strategis adalah Sarinah sebagai satu-satunya BUMN retail dalam klaster pariwisata dan pendukung merintis pasar internasional dalam kerangka perdagangan multilateral.

Bagaimanapun, Sarinah harus selalu membawa kepentingan nasional dan nation brand di manca negara. Model kerjasama seperti ini diarahkan untuk mewujudkan identitas bangsa yang kaya keberagaman ini melalui showcase atau memamerkan secara permanen dipasar-pasar retail premium dunia.

Beberapa manfaat lain yang tertuang dalam Nota Kesepahamam ini adalah tersedianya Indonesian Corner dan House of Indonesia di berbagai gerai dan pusat perbelanjaan yang merupakan jejaring Dufry di dunia.

Disulap Lebih Modern, Intip Mewahnya Sarinah Tahun Depan

Aktivitas pemugaran pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Jumat (30/10/2020). Proyek transformasi Sarinah yang dicanangkan pada Agustus 2020 itu dijadwalkan selesai Agustus 2021 mendatang. Pemugaran dilakukan dengan tetap mempertahankan aspek sejarah Gedung Sarinah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivitas pemugaran pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Jumat (30/10/2020). Proyek transformasi Sarinah yang dicanangkan pada Agustus 2020 itu dijadwalkan selesai Agustus 2021 mendatang. Pemugaran dilakukan dengan tetap mempertahankan aspek sejarah Gedung Sarinah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, Sarinah sedang direnovasi dan direvitalisasi. Perbaikan ruang komersial ini ditargetkan akan selesai 17 Agustus 2021 mendatang.

Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati menyatakan, Sarinah ke depan tidak cuma jadi pusat perbelanjaan biasa, tapi juga punya sederet fasilitas modern dan mengedukasi seperti amfiteater, co-working space bahkan museum.

"Bicara konsep bisnis, sangat in-line sekali bahwa Sarinah harus transform dari konsep bisnsinya. Maka kami usulkan ada 4 area yang menjadi konsep bisnis Sarinah kedepan yaitu retail, trading, digital, dan properti," ujar Fetty dalam tayangan virtual, Selasa (18/8/2020).

Fetty melanjutkan, Sarinah terkenal sebagai toserba atau department store. Hal akan ditransformasikan sebagai specialty store karena ini lebih relate dan relevan dengan kekinian konsumen dan pola belanja modern.

Nantinya, specialty store akan memuat banyak produk fashion, shoes craft, health and beauty, accessories dan bag dan lainnya.

Lalu, ada pula konsep food and beverage. Menurut Fetty, konsep ini adalah konsep ritel yang sangat resilien dan ini sangat in-line dengan Indonesia yang memiliki culinary culture.

"Makanan nusantara begitu kaya dan Sarinah sangat releven dalam hal food and beverage. Jadi akan ada Sarinah Coffee, liga chef, Sarinah Food Court dan Culinary Culture Center," jelasnya.

Kemudian ke depan, Sarinah juga akan merambah turis-turis mancanegara melalui toko duty free yang berpotensi untuk berpartner dengan international player.

Nantinya, kategori produknya bakal meliputi, LTC, perfume and cosmetic, fashion, confectionary, namun tetap memberi porsi besar untuk produk UMKM dan lokal.

"Kemudian ada cultural zone, adalah konsep baru dimana kami akan sangat memberikan edukasi mengenai culture, ada food culture, art culture, dan experience dan education," katanya.

Bahkan, Sarinah juga menyediakan co-working space karena tren zaman sekarang, orang-orang senang bekerja dan berkumpul di co-working space.

Sarinah juga akan mengimplementasikan konsep trading house, dimana para pelaku usaha melakukan showcase produk UMKM yang telah terkurasi dengan kategori luas. Konsep ini diyakini bisa menjadi meeting hub antara mitra internasional dan UMKM.

"Harapannya Sarinah bisa menjadi agregator dan memperoleh big data untuk UMKM dan memasarkannya secara digital maupun offline, kami juga bisa bermitra dengan ITPC dan Kedutaan Besar di luar negeri," katanya.

Produk sarinah nantinya akan melalui proses capacity builder bekerja sama dengan Smesco, pihak swasta dan Kementerian lain untuk membuat UMKM naik kelas. Nantinya, Sarinah akan menjadi wadah ekspor dan meningkatkan kualitas produk dari sisi desain.

Intinya, konsep Sarinah tidak akan sama seperti mall besar di Jakarta yang sudah mainstream, namun mengandalkan aktivitas komunitas di dalamnya.

"Konsep yang akan kami angkat yaitu konsep community mall, jadi tidak head-to-head dengan GI (Grand Indonesia), PI (Plaza Indonesia), atau mall lainnya, tapi menjadi mal khusus dan unik karena mengandalkan komunitas, neighborhood dan public engagement yang akan menjadi daya tarik khusus Sarinah," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: