Erick Thohir Minta Tambahan PMN Rp 33,9 Triliun untuk 3 BUMN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan, tambahan penyertaan modal negara (PMN) untuk tiga BUMN. Tambahan tersebut sebesar Rp 33,9 triliun.

"Bahwa kebutuhan PMN tambahan adalah Rp 33,9 triliun," kata Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi VI DPR RI, terkait Keputusan Usulan Penerima Penyertaan Modal Negara Tahun 2022, Rabu (14/7/2021).

Erick Thohir merinci, dari total tambahan sebesar Rp 33,9 triliun itu akan diberikan kepada PT Waskita Karya (Persero) sebesar Rp 7,9 triliun. Alokasi tambahan ini akan digunakan untuk penguatan permodalam dalam rangka restrukturisasi.

Kemudian untuk PT KAI (Persero) sebesar Rp 7 triliun. Alokasi ini akan digunakan untuk dukungan dalam rangka menjalankan PSN LRT Rp 2,7 triliun dan pemenuhan base equity KCIC Rp 4,3 triliun.

Terakhir untuk PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 19 triliun. Tambahan dukungan ini digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Semuanya untuk kereta api dan Hutama Karya ini adalah penugasan penyelesaian," katanya.

Usulan PMN 2022

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersiap mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat tersebut membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negera tahun anggaran 2019 dan 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersiap mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat tersebut membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negera tahun anggaran 2019 dan 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sebanyak 12 BUMN meminta modal dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk 2022. Modal tersebut jika ditotalkan mencapai sekitar Rp 72 triliun.

Pertama untuk Hutama Karya (HK), akan ada PMN sebesar Rp 31 triliun untuk pembangunan jalan tol. Kemudian untuk permodalan holding pariwisata sebesar Rp 9 triliun.

"Ada penambahan permodalan holdingisasi pariwisata sebesar Rp 9 triliun untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan infrastruktur aviasi serta pembebasan lahan dan penyelesaian proyek kawasan KEK Mandalika," ujarnya dalam rapat di DPR, Jakarta, Rabu (8/7/2021).

Kemudian, PLN sebesar Rp 8,2 triliun untuk program pendanaan infrastruktur ketenagalistrikan. BNI sebesar Rp 7 triliun untuk penguatan modal dalam meningkatkan Tier I Capital dan CAR.

Selanjutnya, KAI sebesar Rp 4,1 triliun untuk penugasan dalam rangka menjalankan PSN Kereta Cepat. Lalu Waskita Karya, ini untuk penguatan modal sebesar Rp 3 triliun.

"Lalu IFG untuk restrukturisasi Jiwasraya Rp 2 triliun. Restrukturisasi Jiwasraya sampai saat ini sudah selesai 99 persen untuk seluruh polis per 31 Mei 2021," katanya.

Lalu Adhi Karya, untuk penyelesaian tol DIY-Bawen dan proyek SPAM Karian Rp 2 triliun. Perumnas sebesar Rp 2 triliun untuk penugasan program perumahan rakyat. Bank BTN Rp 2 triliun untuk pengembangan bisnis.

"Lalu RNI sebesar Rp 1,2 triliun untuk penguatan industri pangan. Dan Damri Rp 0,2 triliun untuk penugasan penyediaan armada. Total secara keseluruhan mencapai kurang lebih sekitar Rp 72 triliun," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel