Erick Thohir Minta Telkom Investasi di Data Center

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Melihat perkembangan digitalisasi di Indonesia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong Telkom group untuk menjadi penyeimbang di pasar terbuka.

"Saya di sini menekankan para Direksi Telkom dan Telkomsel, bahwa saya mengharapkan bahwa kita harus menjadi penyeimbang, pasar terbuka. Ada persaingan dengan telco lain, ada persaingan juga perusahaan servise telco lain," katanya dalam peluncuran TADEX (Tanah Air Digital Ecxhange).

Selain itu, Erick juga menekankan bila Telkomsel harus berproses menjadi perusahaan digital company dan Telkom menjadi perusahaan service company.

"Tapi saya menekankan bagaimana Telkomsel harus berproses menjadi perusahaan digital company, saya juga menekan Telkom menjadi perusahaan service company di mana kita harus mendukung back bone dari digitalisasi, salah satunya investasi di data center, sehingga data kita harus terproteksi dan terlindungi," ujarnya.

Hal ini diakui Erick Thohir sejalan dengan program yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

"Ini sejalan dengan program yang disampaikan Pak Presiden, bagaimana hilirisasi digital ekonomi harus jadi keseimbangan. Kita harus jaga market kita, UMKM kita, konten lokal kita dan semua generasi muda yang harus mendapatkan harapan ke depannya," tuturnya.

Kinerja 2021

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).

Sebelumnya, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan pertumbuhan laba bersih tetapi pendapatan turun tipis pada kuartal I 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 28 Juni 2021, PT Telkom Indonesia Tbk meraup pendapatan Rp 33,94 triliun selama kuartal I 2021. Realisasi pendapatan ini turun tipis 0,72 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 34,19 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan sejumlah beban selama kuartal I 2021. Beban, operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi naik 2,4 persen menjadi Rp 8,45 triliun dari periode kuartal I 2020 sebesar Rp 8,25 triliun.

Beban penyusutan dan amortisai naik menjadi Rp 7,28 triliun pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,84 triliun. Beban karyawan naik 1,4 persen dari Rp 3,45 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp 3,50 triliun pada kuartal I 2021. Beban pemasaran naik dari Rp 641 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 755 miliar pada kuartal I 2021.

Di sisi lain, beban umum dan administrasi turun 17,74 persen dari Rp 1,57 triliun selama kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,29 triliun. Perseroan mencatat penurunan laba selisih kurs dari Rp 205 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 78 miliar pada kuartal I 2021. Selain itu, perseroan mencatat penghasilan lain-lain Rp 98 miliar dari sebelumnya rugi Rp 186 miliar.

Laba usaha turun 1,9 persen dari Rp 11,92 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp 11,69 triliun pada kuartal I 2021. Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 2,59 persen menjadi Rp 6,01 triliun pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,86 triliun.

Total liabilitas tercatat naik dari Rp 126,05 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp 129,05 triliun pada kuartal I 2021. Total ekuitas naik menajdi Rp 127,89 triliun pada kuartal I 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 120,88 triliun.

PT Telkom Indonesia Tbk mencatat aset naik dari Rp 246,94 triliun menjadi Rp 257,84 triliun pada kuartal I 2021. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 31,72 triliun pada kuartal I 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel