Erick Thohir Paparkan Alasan Angkat Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, pemilihan anggota komisaris dalam tubuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pasti memiliki alasan jelas. Hal itu juga termasuk pengangkatan Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank sebagai Komisaris Independen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Ia menuturkan, reaksi normal terkait pengangkatan tersebut. Erick Thohir menegaskan, musisi sekelas Abdee Slank juga punyak hak menjadi seorang komisaris di BUMN, selama yang bersangkutan juga memiliki kompetensi.

"Konteks pengangkatan pasti ada kontroversinya. Tapi percayakan kita buat yang terbaik, bukan hanya yang negatif saja. Masa musisi tak boleh naik kelas?," ujar Erick Thohir dalam sesi konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021), demikian mengutip Kanal Bisnis Liputan6.com.

Ia kemudian membuat perbandingan, seorang bintang film yang sudah berpengalaman di bidangnya juga bisa ambil bagian dalam ekosistem di industri perfilman.

"Jadi kita harus beri kesempatan. Jangan terpecah persepsi dari pihak-pihak yang senang bikin gaduh," ungkapnya.

Erick Thohir menuturkan, pemilihan anggota komisaris dalam tubuh perusahaan BUMN pasti memiliki alasan yang jelas. Erick coba buat pengobatan, bahwa PT Telkom Indonesia tidak boleh jadi sunset industri.

"Saya sempat bilang, kok menteri bicara seperti ini saham Telkom turun. Jangan sampai Telkomsel terjebak oleh bisnis text message yang sekarang sudah gratis, dia harus berusaha untuk masuk ke bisnis digital," tuturnya.

Arya Sinulingga dan Abdee Slank Masuk Jajaran Komisaris Telkom

Abdee Negara yang diketahui menderita penyakit gagal ginjal membuat banyak orang ingin menjadi pendonor ginjal demi kesembuhan Abdee. (Galih W. Satria/Bintang.com)
Abdee Negara yang diketahui menderita penyakit gagal ginjal membuat banyak orang ingin menjadi pendonor ginjal demi kesembuhan Abdee. (Galih W. Satria/Bintang.com)

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk tahun buku 2020 merombak susunan komisaris pada Jumat, 28 Mei 2021.

RUPST Telkom Indonesia mengangkat Arya Sinulingga dan Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank masing-masing sebagai Komisaris dan Komisaris Independen.

Adapun Arya Sinulingga menjabat sebagai staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir. Pria kelahiran 1971 ini sebelum jadi Staf Khusus Menteri BUMN dikenal sebagai ahli kebijakan media. Ia pun pernah memegang jabatan penting di perusahaan media, demikian mengutip berbagai sumber.

Sementara itu, Abdi Negara Nurdin atau dikenal Abdee Slank. Ia berperan gitaris di grup musik Slank era tahun 80 yang masih eksis hingga saat ini. Selain sebagai gitaris, Abdee Slank juga menjadi produser band musik. Selain itu, ia juga turut andil dalam menciptakan lagu.

RUPST Telkom Indonesia juga menyepakati penunjukkan Bambang Brodjonegoro sebagai Komisaris Utama Perseroan menggantikan Rhenald Kasali.

Bambang sebelumnya merupakan mantan Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia di era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju.

Bambang juga pernah menjabat Menteri Keuangan Indonesia ke-29 pada periode 27 Oktober 2014- 27 Juli 2016. Saat ini, dirinya menduduki kursi Komisaris Bukalapak, bersama dengan putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.

Berikut jajaran dewan komisaris dan direksi terbaru Telkom Indonesia:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris Independen : Bambang Brodjonegeoro

Komisaris Independen : Wawan Iriawan

Komisaris Independen : Bono Daru Adji

Komisaris Independen : Abdi Negara Nurdin

Komisaris : Marcelino Pandin

Komisaris : Ismail

Komisaris : Rizal Mallarangeng

Komisaris : Isa Rachmatarwata

Komisaris : Arya Mahendra Sinulingga

Dewan Direksi

Direktur Utama : Ririek Adriansyah

Direktur Keuangan : Heri Supriadi

Direktur Consumer Service : Venusiana Papasi

Direktur Network & IT Solution : Herlan Wijanarko

Direktur Digital Business : Muhammad Fajrin Rasyid

Direktur Strategic Portfolio : Budi Setiawan Wijaya

Direktur Wholesale & International Service : Bogi Witjaksono

Direktur Human Capital Management : Afriwandi

Direktur Enterprise & Business Service : Edi Witjara

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel