Erick Thohir pastikan likuiditas Asabri aman

Ahmad Buchori

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan likuiditas PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Asabri) (Persero) dalam kondisi aman.

"Likuditas Asabri dijamin aman karena 'cash flow' asetnya semua masih bagus, beda dengan Jiwasraya yang sudah sangat (mengalami kerugian) ya begitu," kata Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Rabu.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan ada dugaan kasus korupsi di PT Asabri mencapai sekitar Rp10 triliun. Salah satu masalah yang muncul dalam tubuh perusahaan asuransi yang mengelola dana dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri itu adalah terkait pengelolaan investasi.

"Saya rasa karena konsepnya Asabri lebih asuransi yang sudah domain pemerintah tentu 'cash flow' yang diberikan sangat konsisten dari Menteri Keuangan, jadi tidak ada isu 'cash flow' berhenti apalagi buat para prajurit itu pasti dijamin," ungkap Erick.

Asabri diduga melakukan investasi pada saham-saham gorengan. Dari kompilasi Asabri tercatat memiliki 15 saham yang sahamnya sempat dimiliki periode Desember 2018 hingga September 2019, nilai investasi PT Asabri (Persero) di 12 perusahaan berpotensi turun sebesar Rp7,46 triliun (-73,14 persen) menjadi Rp2,13 triliun dari awal penghitungan Rp10,2 triliun.

"Tapi di sisi lain, ketika ada investasi di saham, nah itu kan sama, itu saya rasa dari Kapolri sendiri sudah ada instruksi tersendiri kan," ungkap Erick.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa Polri sedang menyelidiki dugaan praktik korupsi di PT Asabri (Persero).

Erick Thohir pun menekankan pentingnya "good corporate governance" (GCG) atau tata kelola pemerintahan yang baik.

"Itu yang dari awal saya tekankan bahwa apa sih tugas saya utama, menegakkan kembali GCG, ya bagian dari 'stick and carrot', kalau yang namanya bagus kita kasih 'reward', kalau yang tidak bagus dibersihkan, harus copot.
Itu bagian dari perbaikan dari Kementerian BUMN," ungkap Erick.

Erick pun kembali mengulangi pentingnya akhlak dalam kepemimpinan di BUMN.

"Kalau kita simpulkan dari Jiwasraya, Garuda, itu ujungnya apa? GCG-nya kan? Makanya dari awal saya katakan ingin selalu punya leader di BUMN itu apa yang nomor 1? Akhlak, kedua loyalitas, dan ketiga 'team work', menurut saya ya ini proses yang saya rasa akan terus berlanjut. Untuk semua pimpinan yang tidak menerapkan ini akan terkena, pasti. Apakah itu dicopot, tapi kasusnya hukum akan terus diproses," jelas Erick.

Berdasarkan hasil audit BPK pada Asabri yang tercantum dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHPS) Semester II 2016 menunjukkan hasil pemeriksaan atas efektivitas penyaluran pembayaran pensiun dan efisiensi pengelolaan investasi tahun buku 2015 dan semester I tahun 2016 pada PT Asabri menemukan 15 temuan yang memuat 19 permasalahan yang terdiri dari 5 permasalahan ketidakefisienan senilai Rp834,72 miliar.

Ada juga 12 permasalahan ketidakefektifan, 1 permasalahan potensi kerugian negara senilai Rp637,1 miliar, dan 1 permasalahan kekurangan penerimaan senilai Rp2,31 miliar.

Baca juga: Polri selidiki dugaan praktik korupsi di Asabri

Baca juga: Kemenkeu akan sanksi KAP yang terlibat Jiwasraya dan Asabri