Erick Thohir Perintahkan Bio Farma Amankan Distribusi Vaksin

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta PT Bio Farma meningkatkan kemampuan dan memacu kesiapan kapasitas produksi, pengamanan rantai dingin (cold chain) dan distribusi untuk mendukung program vaksinasi COVID-19.

Hal itu ditekankan Erick dalam kunjungan kerjanya ke kantor pusat Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 7 Januari 2021.

"Saya perintahkan kepada Bio Farma yang memiliki peran strategis dalam mendukung program vaksinasi COVID-19 ini, untuk terus memperkuat persiapan kapasitas produksi vaksin, penanganan cold chain, dan juga distribusi," kata Erick.

Baca juga: Indonesia Akan Dapat 108 Juta Vaksin COVID-19 Gratis dari Gavi

Erick menegaskan bahwa semua proses yang ada di dalam rangkaian rencana program vaksinasi COVID-19 tersebut, harus berjalan lancar dan tanpa hambatan. Karena, seluruh masyarakat Indonesia menaruh harapan tinggi agar program vaksinasi nasional ini berlangsung sukses.

Didampingi Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, Erick Thohir pun meninjau command center yang merupakan tempat memonitor data produksi, penyimpanan, dan distribusi secara real time berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

Kemudian, Erick juga meninjau fasilitas produksi dan penyimpanan vaksin COVID-19 yang ada di Bio Farma. "Sejauh ini saya menilai, Bio Farma siap memantau pergerakan vaksin yang sudah dikirim ke 34 provinsi," ujar Erick.

Kemudian, Erick pun meminta dengan hormat kepada para kepala daerah, untuk menjaga agar vaksin-vaksin yang diterima berada dalam cold storage dengan suhu 2-8 derajat celsius.

"Jangan sampai ada kegagalan dalam penyimpanan di daerah sehingga kualitas vaksin akan menurun karena penyimpanan tidak sesuai standar," ujarnya.

Diketahui, keberadaan pusat komando ini juga berfungsi membaca lokasi, kecepatan, dan kondisi darurat lainnya. Jika termonitor hal di luar standar, sistem akan mengirim peringatan (alert) untuk pengambilan keputusan dan tindakan yang diperlukan. Command center juga dapat memonitor data pengiriman yang siap kirim hingga rasio pengiriman yang terlambat maupun tepat waktu.

Hal itu di samping kemampuan lain dari Bio Farma yang sudah meningkatkan kapasitas produksi dari 100 juta dosis menjadi 250 juta dosis tiap tahunnya. Saat ini, Bio Farma sudah mengantongi verifikasi untuk memproduksi sebanyak 100 juta vaksin. (art)