Erick Thohir Perintahkan Semen Indonesia Transformasi Keuangan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi langkah Semen Indonesia Group (SIG) yang sukses melakukan transformasi yang berpihak pada konstruksi ramah lingkungan. Tak berhenti di situ, Erick Thohir juga meminta SIG bisa lanjutkan transformasi ke sektor keuangan dan kinerja lainnya.

“Saya harap SIG bisa melanjutkan trasformasi di segi keuangan dan kinerja lainnya, agar ada nilai tambah bagi masyarakat dan negara tercinta,” katanya, dalam webinar Semen Indonesia Group dan Kementerian PUPR, Kamis (28/10/2021).

Kerja sama antara SIG dan Kementerian PUPR untuk menciptakan pembangunan ramah lingkungan ini, kata Erick, sejalan dengan program transformasi yang terjadi di tubuh Kementerian BUMN. SIG dinilai mampu merealisasikan transformasi di berbagai aspek.

“Terutama dalam mendorong pemanfaatan produk, pengembangan, dan konstruksi ramah lingkungan,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

[vidio:Market Update II: Ingin Koleksi Saham Semen Indonesia? Tunggu April]()

Rantai Pasok Hijau

Pekerja merapikan karung Semen Indonesia atau Semen Gresik di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta (28/09/2021). PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan penghargaan Outstanding Company pada sektor Materials dari Asiamoney. (Liputan6.com)
Pekerja merapikan karung Semen Indonesia atau Semen Gresik di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta (28/09/2021). PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) terpilih menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan penghargaan Outstanding Company pada sektor Materials dari Asiamoney. (Liputan6.com)

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo mengatakan bahwa salah satu dukungan dalam penerapan pembangunan yang ramah lingkugan adalah dengan memanfaatkan rantai pasok hijau. Hal ini, kata dia, mampu meningkatkan kualitas produk konstruksi.

“Upaya yang dilkaukan KemenPUPR adalah menerbitkan Instrusi Menteri PUPR nomor 4/2020 tentang penggunaan semen Non-OPC. Ini material ramah lingkungan untk menurunkan emisi karbon, serta akurasi spesifikasi sesuai dengan material,” katanya.

Dengan demikian, ia juga mengatakan bahwa penggunaan materian yang hemat energi dan ramah lingkungan mampu mempertahankan data dukung dan daya tampung. Sehingga mampu mengurangi disparitas masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang bersifat adil.

“Kami sadari berbagai upaya tidak akan optimal tanpa dukungan dan kolaborasi dari berbagai ppihak, termasuk industri semen, peran ini sangat penting terutama dalam memanfaatkan hasil riset,” katanya.

Jadi Contoh

Sejak 1909 hingga 1974, pasar semen Indonesia 100 persen dikuasai Semen Padang, SemenGresik, dan Semen Tonasa
Sejak 1909 hingga 1974, pasar semen Indonesia 100 persen dikuasai Semen Padang, SemenGresik, dan Semen Tonasa

Kerja sama strategis dalam pemanfaatan material ramah lingkungan untuk pembangunan yang ramah lingkungan ini diapresiasi Menteri BUMN, Erick Thohir.

Menteri Erick mengatakan, kerja sama ini bahkan bisa menjadi contoh untuk diikuti oleh perusahaan pelat merah lainnya.

“Kesuksesan kolaborasi straegis ini akan jadi contoh bagi perusahaan BUMN lainnya untuk menjawab tatangan kedepannya, terima kasih atas kerja keras yang telah dilakukan,” katanya dalam pembukaan Webinar KemenPUPR dan SIG, Kamis (28/10/2021).

Pembangunan ramah lingkungan yang dimaksud diantaranya dengan penerapan penggunaan materia yang ramah lingkungan. Misalnya, semen Non Ordinary Portland Cement (OPC) sebagai material pembangunan suatu bangunan.

“Saya apresiasi kolaborasi SIG dengan PUPR dengan pemanfaatan semen non opc dan solusi teknologi dalam pembangunan rumah yang juga menggunakan teknologi dinding monolitik, dengan hanya membuat satu rumah dalam satu minggu saja,” kata Menteri Erick.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel