Erick Thohir perkuat Garuda sebelum disinergikan dengan InJourney

Menteri BUMN Erick Thohir membesarkan dan memperkuat Garuda Indonesia sebelum nantinya maskapai pelat merah tersebut disinergikan dan bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata yang diketuai oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney)

"Sekarang Garuda masih di langkah kedua, artinya setelah kemarin restrukturisasi sekarang penyehatan. Alhamdulillah (Garuda) sudah sehat, tetapi langkah berikutnya membesarkan," ujar Erick Thohir usai menghadiri pembukaan Garuda Indonesia Travel Fair di ICE BSD, Tangerang, Jumat.

Dia menambahkan, langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan kapasitas armada pesawat Garuda yang dijalankan secara bertahap.

"Sekarang kita tunggu dulu jumlah pesawatnya. Kalau bisa dapat 100 pesawat terlebih dahulu. Kalau sudah size atau bentuknya sudah kuat, baru kita ke pengembangan. Langkah pengembangan salah satunya mensinergikan (Garuda) dengan InJourney," kata Erick.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menyebutkan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) baru akan masuk ke dalam Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung setelah selesai melaksanakan restrukturisasi utang agar tidak membebani holding.

Staf Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa Garuda Indonesia harus menyelesaikan masalah keuangannya terlebih dulu sebelum bisa bergabung pada holding pariwisata dan menjalankan bisnis bersama dengan perusahaan lainnya.

Kementerian BUMN telah membentuk Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang diketuai oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebagai induk holding tersebut.

Anggota Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

Baca juga: GATF 2022 dibuka tawarkan ragam destinasi dengan harga terjangkau

Baca juga: GATF 2022 siapkan lebih banyak penawaran untuk destinasi domestik

Baca juga: Restrukturisasi utang selamatkan Garuda Indonesia dari kritis