Erick Thohir: PLN Jantungnya Ekonomi Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, PLN merupakan jantungnya Indonesia. Sebab, listrik adalah pusat daripada pertumbuhan ekonomi. Artinya, suka tidak suka industrialisasi itu perlu listrik.

"Sesuai dengan arahan bapak presiden juga bagaimana Kita sekarang menuju negara industri, artinya konteksnya ini menjadi bagian penting dari kebangkitan industri Indonesia dan juga impactnya kepada pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan pekerjaan, dan juga pemasukan kepada fiskal negara," kata Erick Thohir dalam peluncuran Holding dan Subholding PT PLN (Persero), di Kantor Pusat PLN, Rabu (21/9).

Menurutnya, yang tidak kalah pentingnya lainnya adalah adanya Eco Lifestyle, di mana kehidupan sehari-hari sekarang sangat tergantung kepada listrik. Listrik tidak hanya untuk penerangan, tetapi di dunia usaha juga perlu listrik, baik untuk komputer, laptop, handphone, dan lain-lainnya.

Bahkan, sekarang sudah mulai ada pengembangan kendaraan bermotor yang berbasis menjadi Electric Vehicle ataupun perbaikan daripada supply chain yang ada di desa-desa, semuanya perlu listrik.

"Nah, tentunya sebagai jantung, semua punya jantung di sini, pasti dengan termakannya umur kesehatan jantung pun pasti berkurang, ada sumbatan-sumbatan, ada yang miring ada yang diapakan macam-macam. Inilah Kenapa penyehatan daripada PLN tidak lain karena memang jantungnya sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi. Jantung ini yang memang harus kita rawat, sehingga mekanisme yang saya tekankan secara operasional pun harus bertransformasi," ujar Erick.

Dia pun mengapresiasi kinerja Direksi hingga Komisaris PLN, yang kini hutang PLN bisa turun cukup drastis. Dari semula Rp 500 triliun menjadi Rp 407 triliun. Menurutnya, tentu sisi keuangan di PLN perlu dijaga agar bisa mengundang investasi.

"Saya mengapresiasi bagaimana direksi, komisaris juga menekan hutang PLN yang tadinya 500 triliun sekarang turun drastis menjadi Rp 407 triliun - 410 triliun. Keuangan ini penting kenapa kalau tadi kita bicara yang disampaikan apakah akan menuju energi terbarukan, yang perlu investasi, tidak mungkin kita bicara investasi kalau PLN-nya tidak sehat seperti hari ini," jelasnya.

Adapun sebagai informasi, holding dan subholding yang diluncurkan diantaranya PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power, PLN Energi primer Indonesia, dan PLN Icon plus.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]