Erick Thohir Resmikan Holding BUMN Baterai Listrik

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir meluncurkan Holding Indonesia Battery Corporation (IBC). Holding itu sebagai wadah para perusahaan pelat merah untuk membangun dan mengembangkan industri electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik.

Holding IBC itu sendiri diketahui terdiri dari beberapa BUMN, seperti Mining Industry Indonesia (Mind ID), PT PLN (Persero), Pertamina, dan Aneka Tambang (Antam).

"Ini (Holding IBC) adalah perjalanan panjang sejak tahun lalu, sebagai bagian dari kita yang ingin bertransformasi untuk kemajuan Indonesia ke depannya," kata Erick dalam telekonferensi, Jumat 26 Maret 2021.

Baca juga: Anindya Bakrie: Dukungan Pemerintah Adalah Penyemangat Dunia Usaha

Erick menjelaskan bahwa langkah transformasi semacam ini merupakan sebuah keharusan, seiring beberapa hal yang dinilai menjadi faktor percepatan seperti misalnya pandemi COVID-19.

Di sisi lain, persaingan negara-negara di dunia dalam mengimplementasikan konsep green economy atau ekonomi hijau, membuat Indonesia juga harus mempercepat proses transformasi itu. Salah satunya, yakni dengan memanfaatkan peluang di segmen EV battery tersebut.

"Demi memanfaatkan perubahan, kita harus ambil langkah berani agar tidak kalah dengan negara-negara besar lain seperti misalnya RRT, Amerika, dan Korea. Kita harus bisa jadi pemain global," ujar Erick.

Meski demikian, Erick mengakui adanya sejumlah tantangan, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui industri EV battery ini. Dia pun menjelaskan bahwa para BUMN yang terlibat di holding IBC itu, telah berbagi tugas sesuai keahliannya masing-masing.

Misalnya seperti Antam yang akan berfokus di sektor hulu, sementara PLN dan Pertamina akan berfokus pada sektor hilir dari industri EV battery tersebut. Melalui holding IBC ini, Erick berharap bahwa ke depannya Indonesia akan menjadi salah satu pemain utama dalam industri EV battery di tataran global.

"Cita-cita mulia Indonesia sebagai bangsa besar, diharap akan bisa kita buktikan hari ini dengan adanya perusahaan (BUMN-BUMN) yang fokus pada baterai elektrik," ujarnya.

Diketahui, meskipun sampai hari ini IBC masih berupa rencana di atas kertas, namun Erick berharap bahwa upaya implementasi serta barang hasil produksinya akan benar-benar bisa direalisasikan pada 2022-2023 mendatang. Saat ini, IBC diketahui juga menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Cina, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), serta perusahaan asal Korea Selatan yakni LG Chem.