Erick Thohir: Saya Tak Mau Ada Korupsi di BUMN karena Project Base

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, di era digitalisasi saat ini, perlu ada kerja sama bisnis yang sehat. Ia tak mau ada oknum di perusahaan BUMN yang mengambil untung pribadi atau korupsi berbasis proyek.

Dengan demikian, ia berharap bahwa adanya kerja sama yang menguntungkan, baik antara pemerintah ke perusahaan BUMN, antar BUMN, atau pun kerja sama dengan perusahaan swasta.

“Kita mau ada kerja sama sehat. (kerja sama) BUMN, Pemerintah Daerah, Swasta harus win-win. Saya tidak mau di ada korupsi di BUMN karena project base. Itu bukan bisnis proses yang baik,” katanya dalam Launching Bersama Produk Warung Pangan, Kamis (16/9/2021).

Tak hanya mewanti-wanti perusahaan pelat merah, ia juga meminta perusahaan swasta yang hadir dalam Launching Bersama Produk Warung Pangan. Ia menegaskan, perusahaan swasta tak boleh juga mengambil untung sendiri dari kesempatan kerja sama yang diberikan.

“Saya ingin juga minta para swasta yang jadi partner BUMN jangan ngakali, harus win-win apalagi saat ini di era transparan, digitalisasi,” tambahnya.

Erick Thohir mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 memaksa berbagai sektor untuk beralih dan memanfaatkan digitalisasi. Dengan begitu, di sektor bisnis terjadi transparansi dan pasar terbuka.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Membangun Ekosistem

Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)
Menteri BUMN, Erick Thohir (dok: KBUMN)

Lebih lanjut, dalam lingkup bisnis, Menteri Erick mengapresiasi group holding pangan mampu membangun ekosistem baru dengan aplikasi Warung Pangan. Ia berpesan adanya ekosistem ini mampu menghadirkan lebih banyak juga lapangan kerja.

Ini sejalan dengan tentu yang kita tekankan bahwa Kementerian BUMN sangat mendorong bagaimana keberadaan BUMN ini dekat rakyat, dengan membangun UMKM dan lapangan kerja kita lihat warung pangan ini jadi ekosistem yang baik,” katanya.

Kemudian, Menteri Erick juga mengapresiasi terharap transformasi yang dilakukan, ia mengaku tak sabar untuk melihat hasilnya.

“Saya terima kasih atas transformasi yang ditunggu-tunggu, untuk klaster pangan saya ingin lihat hasilnya di tahun depan, tahun ini exercise dulu, tahun depan perlombaan dan harus dapat medalinya,” imbuhnya.

Ia juga turut menyinggung tentang Holding BUMN Ultra Mikro yang beberapa waktu lalu telah menandatangani perjanjian antara BRI, PNM, dan Pegadaian. Dengan tujuan untuk membangun ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

Ia berpesan, semangat penggabungan holding ultra mikro bisa juga ditanamkan dalam ekosistem holding klaster pangan. Dengan demikian, keseimbangan ekonomi bisa terjadi.

“Keseimbangan ekonomi harus terjadi, tidak hanya yang besar tapi keberpihakan kecil ultra mikro harus terjadi, harus jaga keseimbangan ekonomi sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo,” tukasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel